Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 21:30 WIB

Kooperatif vs Non-Kooperatif, Begini Strategi Pergerakan Nasional Indonesia

Kooperatif vs Non-Kooperatif, Begini Strategi Pergerakan Nasional IndonesiaPembukaan Volksraad oleh gubernur-jendral Van Limburg Stirum tanggal 18 Mei 1918 (Sumber: Wikipedia Commons)

INDOZONE.ID - Pergerakan nasional di Indonesia mulai tumbuh pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Periode ini ditandai dengan munculnya golongan terpelajar serta semakin meluasnya ide-ide kebangsaan yang dipengaruhi oleh perkembangan global, seperti kebangkitan nasional di berbagai negara dan menguatnya gerakan antikolonial.

Seiring berkembangnya kesadaran nasional, berbagai organisasi mulai bermunculan dengan tujuan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanannya, organisasi-organisasi tersebut menerapkan strategi perjuangan yang berbeda-beda demi melepaskan diri dari penjajahan kolonial Belanda.

Baca juga: Partai Nasional Indonesia: Awal Pergerakan Nasional Menuju Indonesia Merdeka

Strategi Kooperatif

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah strategi kooperatif. Strategi ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda melalui jalur negosiasi dan diskusi yang bersifat hati-hati.

Pembatasan terhadap organisasi-organisasi pergerakan nasional saat itu dilakukan oleh pemerintah kolonial untuk membendung tumbuhnya semangat persatuan dan sikap perlawanan. Oleh karena itu, pendekatan kooperatif dipilih sebagai upaya menghindari tindakan represif, kekerasan, maupun perlawanan terbuka dari pihak Belanda.

Organisasi-organisasi yang bersifat kooperatif memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia melalui lembaga perwakilan atau dewan parlemen Hindia Belanda. Upaya tersebut diarahkan pada perubahan ketatanegaraan serta penghapusan berbagai bentuk penindasan kolonial.

Beberapa organisasi pergerakan nasional yang menganut strategi kooperatif antara lain Budi Utomo, Partai Indonesia Raya, Gerakan Rakyat Indonesia, dan Gabungan Politik Indonesia.

Baca juga: Tan Malaka: Bapak Republik yang Menggerakkan Arah Pergerakan Nasional

Strategi Non-Kooperatif

Selain strategi kooperatif, terdapat pula strategi non-kooperatif yang diterapkan oleh sejumlah organisasi pergerakan nasional. Strategi ini dilakukan dengan menolak segala bentuk kerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda.

Organisasi yang bersifat non-kooperatif mengedepankan semangat persatuan dan perjuangan yang sepenuhnya bebas dari campur tangan pemerintah kolonial. Akibat sikapnya yang menentang kebijakan kolonial secara terbuka, kelompok ini kerap dianggap sebagai kelompok radikal.

Organisasi non-kooperatif memilih jalur perlawanan langsung di bidang politik karena menilai bahwa kerja sama dengan pemerintah kolonial tidak akan menghasilkan perubahan yang berarti. Oleh sebab itu, mereka secara terang-terangan menolak kebijakan kolonial dan memperjuangkan kemerdekaan melalui aksi serta propaganda.

Beberapa contoh organisasi pergerakan nasional yang bersifat non-kooperatif antara lain Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Partai Komunis Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kooperatif vs Non-Kooperatif, Begini Strategi Pergerakan Nasional Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!