Jeffrey Epstein (Beberapa dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS)
INDOZONE.ID - Epstein Files, atau dokumen Epstein, adalah kumpulan dokumen penting yang berisi ribuan halaman terkait kasus perdagangan anak, dan kasus seksual yang melibatkan perempuan terutama anak kecil yang dilakukan oleh pemodal kontroversial Jeffrey Epstein dan kaki tangannya, Ghislaine Maxwell.
Dokumen-dokumen ini mencakup catatan perjalanan, email, rekaman, hingga materi lain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian publik sejak kematian Epstein pada tahun 2019.
Epstein Files atau dokumen Epstein ini kembali mencuat kepermukaan dikarenakan Departemen Kehakiman AS menambah sekitar tiga juta dokumen terbaru.
Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha keuangan asal Amerika Serikat yang dikenal luas karena kasus perdagangan seksual. Ia dituduh melakukan eksploitasi seksual terhadap perempuan dan anak perempuan secara berulang.
Baca juga: Kisah Teror 'The Fox', Penjahat Sadis yang Mengincar Korban di Kawasan Selatan Inggris era 1984
Epstein ditemukan meninggal dunia di penjara pada 2019 akibat bunuh diri sambil menunggu persidangan federal. Kematian Epstein meninggalkan kontroversi besar terkait jaringan dan praktik kriminal yang ia jalankan.
Dokumen Epstein, yang sering disebut Epstein files, berisi bukti-bukti terkait aktivitas kriminal Epstein. Selain rekaman perjalanan dan komunikasi pribadi, berkas ini juga menyebut nama tokoh publik, politisi, dan selebriti, sehingga rilis dokumen-dokumen ini selalu menjadi sorotan media global.
Informasi di dalamnya tidak hanya mengungkap praktik ilegal Epstein, tetapi juga menimbulkan perdebatan politik dan sosial di Amerika Serikat.
Melansir laman Britannica, pada November 2025, beberapa email yang diperoleh dari harta warisan Epstein menunjukkan indikasi bahwa Presiden AS Donald Trump mengetahui praktik perdagangan sesksual Epstein, walaupun klaim itu selalu dibantah oleh Trump.
Baca juga: 6 Pembunuh Berantai dengan Zodiak Aquarius, Ada yang Wanita Asal Jepang
Menanggapi tekanan publik, pada 18 November 2025, DPR AS meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara 427-1, yang kemudian disahkan Senat dan ditandatangani oleh presiden.
Berdasarkan undang-undang tersebut, Departemen Kehakiman AS mulai merilis dokumen pada 19 Desember 2025.
Ratusan ribu dokumen pertama mencakup foto dan materi terkait mantan Presiden Bill Clinton serta beberapa selebriti, meski sebagian besar disensor, memicu kritik dari politisi lintas partai dan para korban Epstein.
Selanjutnya, sekitar 30.000 halaman tambahan menyebutkan perjalanan Trump dengan pesawat Epstein pada 1990-an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica