Ilustrasi Santet Banaspati. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Warga desa awalnya mengira ini hanya persaingan usaha biasa. Dua toko bersebelahan, dua pemilik dengan nasib yang berbeda.
Minimarket milik Kiai Hidayat makin ramai pembeli, sementara toko Bu Surti perlahan sepi. Dari situlah bara iri mulai menyala.
Bisik-bisik ibu-ibu soal belanja sambil bersedekah justru membuat hati Bu Surti semakin panas. Senyum ramah Pak Kiai dianggap kepura-puraan.
Amarah yang dipendam diam-diam berubah menjadi santet, niat gelap yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Yuk, simak kisah mistis Santet Banaspati dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Santet Sundu: Kisah Dendam karena Kesombongan Berujung Teror Tak Terlihat yang Menghantui
Bu Surti dikenal cerewet dan keras kepala. Setiap melihat pembeli keluar dari minimarket Kiai Hidayat, dadanya terasa sesak.
Baginya, semua itu tidak adil. Ia merasa dizalimi, merasa rezekinya direbut orang lain. Padahal, suaminya, Pak Karto, sudah berkali-kali mengingatkan agar tidak berpikir macam-macam.
Rezeki sudah ada yang mengatur. Tapi telinga Bu Surti tertutup oleh iri. Dalam batinnya, ia berjanji akan membuat Kiai Hidayat merasakan akibatnya.
Di malam hari, Bu Surti mendatangi Mbok Kantil, dukun tua yang tinggal di desa seberang. Bau kemenyan dan darah ayam hitam menyambut langkahnya.
Dengan suara mantap, ia meminta satu hal yaitu Kiai Hidayat harus mati. Mbok Kantil sempat ragu. Ia tahu Kiai Hidayat bukan orang sembarangan.
Tapi uang dan tekad Bu Surti terlalu kuat. Santet Banaspati pun dipilih, ilmu panas yang konon sulit ditolak.
Tengah malam, ritual dilakukan. Api membesar, membentuk bola berputar-putar lalu melesat ke langit. Banaspati dikirim menuju rumah Kiai Hidayat.
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Rumah sang kiai dilapisi jaring cahaya putih seperti sarang laba-laba bercahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube