Ilustrasi Sesaji Panen. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Di sebuah desa terpencil di Jawa Tengah, Rina, gadis berusia 15 tahun, menjalani hari-harinya dengan sederhana namun penuh makna.
Rumah bambu dengan atap genteng rapuh berdiri di ujung kampung, dikelilingi sawah hijau yang menjadi sumber kehidupan keluarga.
Bersama neneknya, Mbok Sari, Rina belajar menanam padi, menyiangi rumput, dan mengatur aliran air.
Kehadiran ibunya, Wulan, yang merantau ke Jakarta sebagai asisten rumah tangga, hanya terasa lewat kiriman uang yang selalu sampai tepat waktu.
Mbok Sari selalu menekankan, “Tanah ini hidup, Rin. Kalau kita rawat, dia akan balas budi.” Pesan itu menjadi pegangan Rina, apalagi saat panen mulai membuahkan hasil.
Dari sedikit sawah, keluarga mereka mampu membeli beberapa petak lagi. Tetangga memuji keberhasilan mereka, tapi tatapan aneh di balik senyum orang-orang sering membuat Rina was-was.
Yuk simak kisah mistis sesaji panen dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Puskesmas Angker di Desa Sukamukti, Penjaga Malam Diteror Arwah Ibu Muda
Kebahagiaan itu mulai terganggu ketika Mbok Sari mengeluh tentang gatal-gatal di kulitnya setiap musim panen.
Awalnya dianggap sepele, tapi lama-lama gatal itu makin parah, meninggalkan bercak merah dan kadang berdarah.
Anehnya, setiap Wulan pulang kampung, keluhan itu menghilang. Rina mulai menyadari pola ini, tapi ia tak tahu harus berbuat apa.
Di desa yang sarat cerita mistis, pikirannya mulai dipenuhi pertanyaan, apakah ini penyakit biasa atau ada sesuatu yang lebih gelap mengintai keluarga mereka?
Bisik-bisik tetangga mulai terdengar. “Itu santet, Rin. Orang iri sama keberhasilan kalian,” kata Bu Marni.
Rina awalnya menolak percaya, tapi ketika Mbok Sari mulai demam tinggi dan mengigau memanggil nama-nama yang tak dikenal, ketakutannya memuncak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube