Ilustrasi Tumbal Uang Koin. (Foto: Freepik @rawpixel-com)
INDOZONE.ID - Langit Yogyakarta sore itu berwarna jingga. Matahari baru saja pamit di ufuk barat, meninggalkan semburat lembut di langit kota.
Di antara hiruk-pikuk kendaraan yang mulai padat, Adi, mahasiswa S2 Antropologi dari salah satu universitas ternama di Yogyakarta, melaju pelan di atas motornya.
Wajahnya lelah, matanya sayu. Ia baru pulang dari Jombang, tempatnya bekerja paruh waktu di sebuah LSM yang fokus pada petani kopi.
Perjalanan empat jam itu sudah cukup bikin tubuh remuk, tapi malam ini ada sesuatu yang berbeda.
Di perempatan Jalan Kaliurang, salah satu simpang paling ramai di kota itu, Adi berhenti di lampu merah.
Di bawah sorot lampu jalan, sesuatu berkilau di aspal. Sebuah koin Rp1.000 tampak bersih mengilap, seperti baru saja dicetak. Entah kenapa, Adi merasa ada dorongan aneh untuk mengambilnya.
Saat jarinya menyentuh logam itu, tubuhnya tersentak. Koin itu dingin, bukan dingin biasa, tapi seperti dingin yang hidup.
Ia menggenggamnya erat sambil bergumam, “Lumayan buat beli kopi.” Tanpa berpikir panjang, koin itu ia masukkan ke saku. Ia tak tahu, dari situlah mimpi buruknya dimulai.
Yuk simak kisah mistis tumbal uang koin dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Ciri-Ciri Orang Pesugihan Monyet: Konon Bisa Punya Peliharaan Sakti yang Penuh Tumbal
Kos Adi berada di kawasan Kota Gede, bangunan tua dengan tembok bata dan jendela kayu yang melengkung.
Malam itu, setelah makan mie instan dan mandi, ia duduk di depan meja kecil, mencoba membaca jurnal untuk tesisnya tentang ritual adat. Tapi pikirannya buyar. Ia mengeluarkan koin dari saku dan menatapnya.
Di bawah cahaya lampu meja, garuda di permukaan koin itu tampak aneh, seolah menatap balik.
Adi menggeleng, menertawakan pikirannya sendiri, lalu menaruh koin di meja dan mematikan lampu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube