Ilustrasi Pabrik Horor. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Beberapa tahun lalu, ada kisah mistis tentang pabrik garmen di desa yang diceritakan oleh “Mbak Rani” (bukan nama sebenarnya).
Tempat itu, meskipun dikenal sebagai pabrik garmen profesional dan beromzet besar, ternyata menyimpan kisah mistis dan rahasia gelap yang membuat orang-orang yang bekerja di sana rela mengorbankan nyawa, bukan demi utang, tapi demi upah yang diterima.
Yuk simak kisah mistis pabrik garmen dilansir dari YouTube @Night Story selengkapnya!
Baca juga: Deretan Kisah Mistis Pabrik Gula di Indonesia: Ritual, Tumbal, dan Mitos yang Bikin Merinding!
Saya mendapat cerita ini dari Rani, seorang wanita kampung yang sekarang jadi penjahit rumahan.
Ibunya dulu bekerja di pabrik itu, sebuah perusahaan yang sering membuka lowongan besar-besaran. Rani awalnya mengira ibunya meninggal karena sakit biasa.
Tapi ketika saudaranya, Mbak Kurnia, datang menjenguk, sorot matanya melihat sosok perempuan mengenaskan sedang membelai rambut sang ibu. Hanya dia yang melihat.
Sosok itu menatap keras ke arahnya hingga membuat Mbak Kurnia tak berani berkata lebih banyak waktu itu.
Sejak dua tahun bekerja di pabrik itu, ibu mulai berubah yaitu sering sakit, menjahit tengah malam tanpa alasan jelas, dan tiba-tiba bilang “tamunya datang”.
Waktu itu ia terlihat kosong, suaranya berat, dan tatapannya mengerikan. Puncaknya muncul kejadian mesin jahit menyala sendiri di malam hari, dan si ibu terus menjahit tanpa kain di kursi kayu, tatapannya fokus ke pintu.
Karena ketakutan, keluarga menyelenggarakan pengajian di rumah. Ustaz dirundung keanehan saat rukyah. Ibunya Rani tiba-tiba berteriak keras: “Dayoe gak terimo...”.
Sang ustaz bilang bukan santet, tapi penumbalan, jiwa ibu dijadikan tumbal demi kelancaran pabrik. Selama pengerahan doa, sosok makhluk gaib tampak menangis menjerit sebelum “terbakar” dalam asap putih, dan sosok itu hilang. Ibu Rani kehilangan nyawa malam itu.
Kisah ini menguak kenyataan lain bahwa korban bukan hanya sang ibu. Setiap tiga tahun, pekerja pabrik lama yang “cocok” secara batin dan rajin sering “dipilih”, tangannya patah, matanya sakit, atau tubuhnya cacat.
Desas-desus menyebut pabrik berdiri di atas tanah pesugihan. Produksi lancar dan rekrutmen besar setiap tahun, namun warga desa yang sadar memilih diam agar keluarga yang kerja di situ tetap aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube