Ilustrasi Kisah Mistis di Bumi Perkemahan. (Foto: Freepik @wirestock)
INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah ikut kegiatan Pramuka atau kemah sekolah, pasti tahu rasanya deg-degan naik gunung, menikmati malam dengan api unggun, atau bahkan dengar suara jangkrik di hutan gelap.
Nah, pengalaman ini beda banget karena terjadi di sekitar tahun 2011, di sebuah bumi perkemahan di Jawa Tengah (Jateng).
Fokusnya tidak cuma seru-seruan, tapi malah berubah jadi kisah mistis yang bikin bulu kuduk berdiri.
Kuy, kita kupas tuntas kisah mistis di bumi perkemahan dilansir dari YouTube @Ghibah Horor selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Penjual Kain Kafan: Rahasia Kelam di Ujung Jalan yang Sunyi
Rombongan 10 putra dan 10 putri dari pangkalan berangkat naik truk melewati jalur Pantura yang tikungannya tajam dan daerah “alas warung layang K15”.
Banyak catatan kecelakaan di sana, tapi semangat tetap membara. Sampai di sebuah area asri yang sejuk, meskipun matahari masih terik, disambut tenda dan rumah peninggalan Belanda yang dipakai sebagai fasilitas sekretariat.
Setelah tenda berdiri rapi dalam waktu kurang dari 30 menit, suasana jadi lantang panggilan mandi.
Narasumber dan sahabatnya, Tia, memutuskan mandi di kamar mandi umum dekat rumah Belanda.
Rasanya udah biasa, tapi begitu narasumber masuk ke bilik dan kepala dingin mulai turun, suasana berubah beda yaitu tiba-tiba muncul perasaan diintai.
Narasumber buru-buru mandi, tapi saat mau keluar, ada kakak panitia berdiri, yang awalnya gak ada. Di situ, aku langsung ambil langkah menghindar.
Malamnya, setelah acara hiburan selesai, jadwal tidur tiba pukul 10 malam. Suasana sudah ramai, tapi tiba-tiba terdengar suara langkah di daun kering meski area sekitar tenda kami bersih dari daun.
Narasumber dan Tia mengintip celah tenda dan cuma lampu remang dan angin yang terasa ada.
Suara bisikan “cepat” terdengar di telingaku, berat seperti suara orang tua. Mereka saling peluk, sambil berharap malam cepat berlalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube