ilustrasi pohon bidara (shopee)
INDOZONE.ID - Di kalangan sebagian masyarakat Jawa, kepercayaan terhadap tanaman yang diyakini mampu menangkal pengaruh buruk, seperti santet, teluh, guna-guna, maupun gangguan gaib lainnya, masih bertahan hingga kini.
Tanaman-tanaman tersebut kerap dianggap sebagai simbol penolak bala dan dipercaya dapat membantu melindungi rumah dari energi negatif.
Dalam tradisi Primbon Jawa, sejumlah jenis tanaman yang ditanam di halaman atau pekarangan diyakini memiliki fungsi spiritual sebagai pelindung lingkungan tempat tinggal.
Merujuk pada kanal YouTube ESA Production, berikut beberapa tanaman yang dipercaya memiliki kemampuan tersebut.
Baca juga: Deretan Kisah Berbagai Jenis Santet Mengerikan di Youtube: Ada yang Terjadi Wilayah Jakarta Selatan
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, pohon tebu ireng diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk menangkal energi negatif, termasuk serangan santet, sihir, guna-guna, hingga gangguan makhluk halus.
Tanaman yang sebagian orang sebut sebagai tebu wulung ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari tebu ladang pada umumnya.
Fisik tebu ireng cenderung eksotis dengan batang berwarna gelap, seperti biru pekat atau merah tua, yang senada dengan warna daunnya.
Untuk memaksimalkan fungsinya sebagai pelindung gaib, tanaman ini paling ideal ditanam di halaman depan dan kerap difungsikan layaknya pagar hidup rumah.
Di balik pesona visualnya, tanaman sente wulung rupanya menyimpan potensi energi positif yang sangat besar.
Dalam ranah kepercayaan lokal, tanaman hias ini diyakini memiliki daya proteksi spiritual yang kuat, mampu menjadi benteng penangkal dari serangan ilmu hitam, sihir, guna-guna, hingga pengaruh buruk energi negatif lainnya.
Pohon bidara diyakini mengeluarkan energi positif yang kuat pada malam hari sebagai penangkal alami serangan ilmu hitam.
Berdasarkan tradisi Primbon Jawa, masyarakat leluhur mempercayai vegetasi ini sebagai pelindung rumah yang efektif untuk menepis pengaruh buruk gaib sekaligus mengusir entitas halus dan jin yang membawa niat jahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primbon Jawa