Ilustrasi Desa Wingit. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Perjalanan pulang kampung biasanya identik dengan rasa haru dan rindu rumah.
Tapi beda cerita dengan kisah Arwan, seorang perantau yang akhirnya memutuskan kembali setelah tujuh tahun merantau.
Bukannya ketemu keluarga, ia justru tersesat ke desa yang penuh misteri, desa yang katanya bukan desa biasa. Yuk simak kisah mistis Desa Wingit dilansir dari YouTube @Cahaya Sore selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Desa Rawa Mayit: Tempat Sosok Misterius Mencari Kepalanya yang Hilang
Tahun 1996, Arwan naik bus ekonomi dari kota besar menuju kampung halamannya di lereng bukit Jawa Tengah. Penampilannya lusuh, wajahnya lebih tua dari usianya karena kerasnya hidup di rantau.
Di tangannya hanya ada tas kain berisi baju seadanya dan kitab kecil peninggalan guru ngaji. Setelah turun di terminal kecamatan, ia melanjutkan perjalanan naik ojek ke arah desanya, Tegalsari.
Tapi tukang ojek hanya mau mengantar sampai pertigaan dekat hutan, katanya jalanan makin wingit kalau malam. Dari situ, Arwan harus jalan kaki.
Di pertigaan itu, Arwan dihadapkan pada dua pilihan: jalan kanan yang katanya menuju Tegalsari, atau jalan kiri yang tampak lebih sepi tapi terlihat lebih dekat.
Entah kenapa, hatinya tertarik ke kiri. Dan keputusan itu jadi awal mula horor yang nggak pernah ia bayangkan.
Jalan setapak yang ia pilih semakin sunyi, gelap, dan mencekam. Setelah hampir setengah jam berjalan, Arwan tiba-tiba melihat deretan rumah dengan gapura bambu.
Ia mengira itu kampung biasa. Tapi suasananya bikin merinding, orang-orangnya pakai pakaian jadul, duduk diam, tatapannya kosong, dan nggak ada suara kehidupan kampung pada umumnya.
Arwan mencoba menyapa seorang ibu tua, tapi jawaban yang ia dapat hanya tatapan kosong dan telunjuk yang mengarah ke pemakaman tua.
Untungnya, ia bertemu seorang lelaki tua ramah yang mengajaknya mampir ke rumahnya. Di rumah itu, suasana semakin aneh. Jam dinding berhenti, perabotan kuno, dan udara serasa berhenti bergerak.
Malamnya, suara langkah kaki, bisikan, hingga gamelan samar terdengar dari luar rumah. Dalam mimpi, Arwan melihat orang tuanya yang berkata, “Kamu pulang ke kampung yang salah.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube