Jumat, 22 NOVEMBER 2024 • 12:10 WIB

Perjanjian Linggarjati, Saksi Sejarah Penting Awal Pengakuan Negara Indonesia

Author

Suasana Perjanjian Linggarjati. (Tangkapan layar YouTube Channel Hendri Teja)

INDOZONE.ID - Untuk meraih dan menjaga kemerdekaan Indonesia, bangsa Indonesia menjalani perang revolusi dari tahun 1945 hingga 1950. Zaman itu terasa menyakitkan bagi penduduk Indonesia.

Walaupun Indonesia telah meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, namun bangsa ini menghadapi kendala dalam menata pemerintahan mereka akibat campur tangan Belanda dan NICA yang berambisi untuk merebut kembali Indonesia.

Pada tahun 1946, setelah terjadi ketegangan antara Belanda dan Indonesia, pihak Belanda menyatakan keinginan untuk mengadakan suatu perjanjian. Perjanjian yang dimaksud adalah Perjanjian Linggarjati, yang mana Belanda dan Indonesia berunding di bawah mediasi Inggris.

Perjanjian yang dicapai pada saat permulaan kemerdekaan membuat suatu persetujuan yang dikenal sebagai "Perjanjian Linggarjati". Pada rekam jejak sejarah, Linggarjati atau Linggajati merupakan nama desa yang terletak di antara Cirebon dan Kuningan, berlokasi di lereng gunung Ciremai.

Linggarjati dipilih sebagai lokasi perjanjian disebabkan dianggap netral oleh kedua belah pihak. Sebenarnya, Belanda berkeinginan untuk membahas wilayah Indonesia kembali menjadi milik Belanda.

BACA JUGA: Faktor Runtuhnya Kekuasaan Kolonial Belanda di Indonesia: Dari Pergerakan Nasional hingga Dampak Perang Dunia II

Belanda Melancarkan Agresi Militer

Pemberian pengakuan kepada beberapa wilayah kekuasaan Republik Indonesia serta pembentukan Republik Indonesia Serikat adalah tindakan permulaan Belanda untuk bisa mencengkeram Republik Indonesia dengan pelan-pelan.

Apalagi saat negara Uni Indonesia-Belanda terbentuk, Ratu Belanda akan menjabat sebagai kepala negaranya. Karena Belanda mengklaim kedaulatan pemerintah Republik atas Jawa, Madura, dan Sumatera.

Tidak hanya mencari perdamaian dengan mengakui kedaulatan wilayah, pertempuran senjata antara Republik Indonesia dan pihak kolonial Belanda telah berhenti untuk sementara.

Kedua pihak menjadi lebih waspada serta siap menghadapi peluang yang muncul karena perbedaan pandangan itu. Akhirnya, perbedaan tersebut menimbulkan konflik yang tak terelakkan.

Belanda serta pasukan sekutunya yang tergabung dalam NICA mengekspansi wilayah di Jawa serta Indonesia lainnya dalam berbagai kesempatan. Di pulau Jawa, Belanda mengambil alih wilayah yang strategis seperti Malang, Besuki, Madura, dan beberapa kota lainnya.

Kawasan-kawasan vital pertanian serta pabrik industri juga menjadi incaran Belanda dan sekutu. Menurut pihak Belanda, Kota Malang dianggap sebagai tempat yang penting untuk digunakan sebagai markas pertahanan mereka dan sekutu dalam upaya menundukkan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan Belanda dan sekutu dalam upaya mengendalikan Republik Indonesia masih berlangsung hingga 19 Desember 1948, yang lebih sering disebut dengan peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Pada Agresi Militer Belanda II, Belanda serta sekutu menyerbu Kota Yogyakarta, pusat pemerintahan Republik Indonesia. Pada tanggal 20 Juli 1947, Belanda bersama sekutu secara tidak setia melanggar perjanjian yang telah disepakati. Belanda merasa bahwa mereka tidak lagi terkoneksi dengan Perjanjian Linggarjati.

Upaya tersebut merupakan langkah pertama Belanda dalam menjajaki peluang untuk merebut kembali kendali Republik Indonesia yang berusaha memenuhi kewajiban sebagaimana yang disepakati.

Agresi Militer Belanda I menyuguhkan bukti yang jelas tentang upaya tuntutan terhadap Republik Indonesia yang dilakukan oleh Belanda. Perbuatan itu tentu dianggap sebagai tindakan yang kejam yang mengakhiri Perjanjian Linggarjati yang dianggap tidak sesuai dengan cita-cita ekspansi Belanda.


Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Eka Sari, Ratna. Bajubang Pada Masa Agresi Militer Be

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU