Kamis, 26 SEPTEMBER 2024 • 11:15 WIB

Operasi Militer nan Mulia yang Jadi Inspirasi Fenomena 'Kapal Minta Uang'

Author

Gail Halvorsen

INDOZONE.ID - Siapa yang di waktu kecilnya sering teriak "kapal minta uang" tiap kali ada pesawat terbang yang melintas? Kedengarannya memang aneh, tapi memang seperti itulah cara kita dalam menikmati indahnya masa kecil.

Menariknya, hal tersebut terinspirasi dari sebuah momen dalam sejarah dimana sebuah pesawat tempur menjatuhkan hadiah bagi anak-anak berupa permen.

Sebelum ke penjelasan soal peristiwa tersebut, mari kita berkenalan dengan tokoh yang melakukan aksi mulia tersebut.

Baca Juga: Europa Clipper Menuju Salah Satu Bulan dari Planet Jupiter yang Diyakini Ada Kehidupan

Namanya adalah Gail Seymour Halvorsen, seorang tentara Angkatan Udara AS asal Salt Lake City kelahiran 10 Oktober 1920. Ia adalah putra dari Basil K. dan Luella Spencer Halvorsen.

Selama masa kecilnya, Gail hidup berpindah-pindah, dari Salt Lake City, ke Idaho dan terakhir di Utah. Ia adalah alumni Bear River High School dan Utah State University.

Gail mendapat surat izin mengemudikan pesawatnya pada September 1941 usai menjalani masa pelatihan bersama Angkatan Udara AS. Setahun kemudian, Gail baru resmi menjalani kariernya sebagai pilot pesawat tempur AS.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Monyet di Tulungagung: Legenda yang Diyakini Masih Hidup Hingga Kini

Pada 10 Juli 1948, Gail ditugaskan ke Berlin, Jerman sembari membawakan pesawat kargo C-54. Selama kunjungannya ke Berlin, Gail mengambil beberapa foto untuk dokumentasi pribadinya.

Di salah satu fotonya, Gail menemukan sebuah tempat penampungan berisikan 30 orang anak-anak yang dimana penampungan tersebut lebih terlihat seperti sebuah lapas tahanan. Lokasi penampungan tersebut terletak di kawasan Tempelhof.

Gail pun mendaratkan pesawatnya di dekat penampungan tersebut untuk bercengkerama dengan anak-anak di sana. Ia mengetahui semua keluh kesah mereka selama berada di sana, walau begitu anak-anak ini masih bisa tersenyum bahagia.

Baca Juga: 5 Orang Terkenal yang Mati Usai Hina Tuhan: Ada yang Tewas oleh Fans Sendiri!

Hati kecil Gail pun tersentuh dengan nasib anak-anak tersebut. Sebelum meninggalkan penampungan tersebut, Gail sempat membagikan 2 potong permen miliknya kepada mereka.

Mendapat hadiah dari sang pilot, anak-anak itu merasa bahagia walaupun harus berbagi 2 potong permen menjadi 30 bagian yang sangat kecil.

Gail sewaktu muda

Dari sini, Gail pun berinisiatif untuk memberikan hadiah berisi permen kepada anak-anak di tempat penampungan tersebut. Gail bersama rekannya memasukkan banyak sekali permen ke dalam 3 buah kotak. Mereka juga memasang parasut pada kotak tersebut agar isinya bisa mendarat dengan selamat tanpa melukai anak-anak di bawahnya.

Pada keesokan paginya, Gail meluncurkan sebuah operasi militer guna memberikan bantuan makanan kepada anak-anak yang berada di seluruh wilayah Tempelhof, termasuk di tempat penampungan yang Ia kunjungi.

Selama 3 minggu lamanya, Gail mengirimkan kotak berisi permen kepada anak-anak di Tempelhof. Ia melakukan ini seminggu sekali. Selain permen, Gail juga mengirimkan sejumlah sapu tangan bersama dengan permen tersebut.

Baca Juga: Deretan Peristiwa PKI di Kediri, Salah Satunya Kisah Santri Komar yang Kebal dari Serangan Komunis

Operasi militer nan mulia ini sampai ke telinga petinggi militer di AS. Beruntung, mereka menyetujui operasi yang dilakukan Gail dengan tangan terbuka. Dan di tanggal 22 September 1948, Operasi Little Vittles resmi dijalankan.

Dengan diresmikannya Operasi Little Vittles, sejumlah pilot Angkatan Udara AS pun ditugaskan untuk membuat tugas kemuliaannya Gail. Tak hanya itu, jumlah anak-anak yang antusias menunggu kedatangan hadiah dari Gail pun kian bertambah.

Gail hanya bisa melaksanakan tugas ini hingga tanggal 13 Mei 1949. Walau demikian, Operasi Little Vittles ini tetap diteruskan oleh rekan kerjanya Gail.

Baca Juga: 288 Benda Cagar Budaya Kembali ke Indonesia: Sebuah Langkah Penting dalam Repatriasi 2024

Gail memutuskan untuk pulang ke AS guna melanjutkan pendidikannya. Ia menjadi alumni University of Florida jurusan Teknik Aeronautika.

Pada medio 1952-1957, Gail sempat menjadi teknisi proyek dalam pembuatan pesawat kargo bersama perusahaan Aeronautical Systems Center. Usai proyeknya selesai, Gail pun kembali sebagai pilot Angkatan Udara AS hingga mencapai usia pensiunnya pada tahun 1974.

Menariknya, Gail pernah dihadiahi penghargaan atas Operasi Little Vittles yang Ia lakukan, namun Ia menolak hadiah tersebut dan berprinsip bahwa Ia melakukan operasi nan mulia itu dengan ikhlas.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Sadis Keluarga Miyazawa: 24 Tahun Belum Terungkap, Pelaku Sempat-sempatnya Bersantai Usai Membunuh

Gail sendiri menikah sebanyak 2 kali, dimana kedua istrinya ini adalah gadis incarannya di masa lalu.

Istri pertama Gail bernama Alta Jolley. Mereka bertemu saat masih berkuliah di Utah. Ia meninggalkan Alta selama dirinya berfokus dengan tugas mulianya di Jerman. Gail baru bertemu lagi dengan Alta setelah Operasi Little Vittles berakhir dan memutuskan untuk menikah pada 16 April 1949.

Dari pernikahan pertamanya, Gail dikaruniai 5 orang anak dan 24 orang cucu. Sayangnya, Alta meninggal dunia pada 25 Januari 1999.

Memasuki tahun 2004, Gail kembali bertemu dengan wanita incarannya sewaktu SMA bernama Lorraine Pace. Keduanya menikah meski sudah berumur 80 tahunan.

Menjelang kematiannya, Gail sempat terkena COVID-19. Ia baru dinyatakan sembuh pada Januari 2021. Akan tetapi pada 16 Februari 2022, Gail menghembuskan nafas terakhirnya akibat mengalami kegagalan pada organ pernapasannya.

Baca Juga: Kisah Nyai Dasima: Cinta Palsu dan Pengkhianatan yang Berujung Tragis

Gail wafat di usia 101 tahun. Untuk jenazahnya sendiri, Gail dimakamkan di Provo City Cemetery.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikimedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU