Ilustrasi Di Balik Kisah Santri Komar yang Kebal dari Serangan Senjata PKI.
INDOZONE.ID - Setelah kemerdekaan Indonesia, Kediri, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan basis massa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang cukup kuat.
Para simpatisan PKI di wilayah ini memiliki loyalitas yang fanatik, bahkan di saat bersamaan Kediri juga merupakan pusat kaum santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU).
Di sana, terdapat banyak pondok pesantren serta para kiai yang sangat dihormati.
Beberapa literatur mencatat bahwa di wilayah yang dilewati Sungai Brantas ini, pernah terjadi bentrokan hebat antara pendukung komunis dan anti-komunis, terutama saat peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) di tahun 1965.
Baca Juga: Kisah Tragis Dibalik Peledakan Gedung Capital One di Louisiana Setelah 4 Tahun Terbengkalai
Ilustrasi Daerah Kediri di Masa Lalu.
Daerah Kediri dikenal sebagai salah satu basis PKI karena bangkitnya kembali kekuatan partai tersebut di bawah pimpinan DN Aidit.
Pada Pemilu 1955, PKI berhasil menempati posisi keempat dengan jumlah pemilih terbanyak, membuat partai ini berkembang pesat, termasuk di Kediri.
Doktrin Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) yang diperkenalkan pada masa itu semakin memperkuat posisi PKI di berbagai wilayah.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Gunung Kawi: Ada Mitos Pohon Dewandaru yang Mendatangkan Kekayaan
Di Kediri, dukungan terhadap PKI berasal dari kalangan buruh tani dan pekerja pabrik, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi sayap PKI seperti Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Serikat Buruh Perkebunan (Sarbupri).
Salah satu contoh nyata konflik PKI di Kediri ini terjadi di Ploso Kidul, di mana para petani di Dusun Simbar yang sebagian besar anggota BTI melakukan aksi-aksi protes menentang Undang-Undang Agraria 1960.
Baca Juga: Kisah Babe Ruth: Masa Kecil yang Sulit Hingga Menjadi Legenda Bisbol
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube