INDOZONE.ID - Pada tahun 1970-an, Korea Utara pernah melakukan pemesanan besar-besaran dengan membeli 1.000 unit mobil dari perusahaan otomotif Swedia, Volvo.
Namun, setelah mobil-mobil tersebut dikirim, Korea Utara tidak pernah melakukan pembayaran.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Patung Moai di Pulau Paskah yang Kini Jadi Emoji Kepala Batu Favorit Gen Z!
Selama tiga generasi kepemimpinan diktator di Korea Utara, negara itu belum melunasi satu sen pun dari utang pembelian mobil tersebut.
Baca Juga: Penemuan Berlian Langka 50,25 Karat di Botswana: Tambang Karowe Kembali Jadi Rekor Dunia!
Sampai saat ini, perusahaan Volvo masih menagih pembayaran sebesar USD 314 juta, atau sekitar Rp4,47 triliun, yang terus bertambah akibat bunga dan penalti.
Baca Juga: Kisah Nyata Rumah Mungil Edith Macefield yang Ogah Digusur, Menginspirasi Film 'Up'
Menariknya, sebagian mobil Volvo tersebut hingga kini masih digunakan sebagai taksi di Korea Utara, meski sudah berusia puluhan tahun.
Korea Utara tetap mengabaikan tagihan yang dikirimkan oleh Swedia, menjadikan kejadian ini sebagai salah satu rekor dunia dalam kasus pencurian mobil terbesar sepanjang sejarah.
Baca Juga: 5 Fakta Desa Boneka Nagoro di Jepang yang Sunyi Senyap Seperti Kota Hantu
Swedia terus berupaya menagih pembayaran atas mobil-mobil tersebut, tetapi Korea Utara tetap tutup mata, meninggalkan cerita menarik dalam dunia otomotif dan hubungan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: X @Historic Vids