Sabtu, 17 AGUSTUS 2024 • 16:02 WIB

Mengenal Menteng 31: Kelompok Pemuda Penculik Soekarno Hatta di Rengasdengklok, Ada Cikal Bakal Anggota PKI?

Author

Beberapa tokoh dan anggota Menteng 31 yang merencanakan penculikan Soekarno-Hatta. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Peristiwa Rengasdengklok dikenal sebagai momen yang dikenag dalam sejarah dimana terjadi penculikan para proklamator oleh Menteng 31.

Nah, apa sih menteng 31 itu?

Mengutip beberapa buku sejarah, Menteng 31 adalah sebutan untuk perkumpulan pemuda yang bermarkas di Asrama Angkatan Baru Indonesia atau kini dikenal dengan Gedung Joang '45.

Aksi mereka yang cukup dikenal adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta yang kemudian dicatat sebagai Peristiwa Rengasdengklok.

Awal mula terbentuk Menteng 31

Awalnya, perkumpulan ini terbentuk dengan bantuan pihak kolonial Jepang. Namun, tujuan pemuda Menteng 31 kemudian beralih menjadi pendukung kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Kisah 'Penculikan' Proklamator ke Rengasdengklok Sehari Sebelum Pembacaan Proklamasi, Ini Pemicunya

Markas pemuda Menteng 31, yang dikenal sebagai Asrama Menteng 31, digunakan sebagai tempat merancang aksi dan memberikan pendidikan politik kebangsaan bagi para pemuda yang revolusioner.

Tokoh senior mereka yang lebih tua, seperti Soekarno, memberikan pelajaran ilmu politik. Sementara itu, Mohammad Hatta mengajar ekonomi dan Mohammad Yamin memberikan pelajaran sejarah.

Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok terjadi saat anggota Menteng 31, yaitu Soekarni, Wikana, D. N. Aidit, dan Chaerul Saleh, menculik Soekarno dan Mohammad Hatta ke daerah Rengasdengklok.

Tujuan penculikan ini adalah untuk mencegah kedua tokoh tersebut terpengaruh oleh janji Kekaisaran Jepang yang menyatakan bahwa Indonesia akan dimerdekakan dari Kekaisaran Jepang, sementara Generasi Tua yang setuju dengan Kekaisaran Jepang menginginkan kemerdekaan dalam waktu yang kurang cepat.

Baca Juga: Fakta dan Mitos Unik HUT RI, Awalnya Bukan Soekarno yang Ditunjuk sebagai Proklamator

Generasi Muda seperti para anggota Menteng 31 tidak setuju dan menginginkan kemerdekaan lebih cepat. Oleh karena itu, mereka menculik Soekarno dan Mohammad Hatta agar tidak terpengaruh oleh janji Jepang dan Generasi Tua.

Anggota Menteng 31

Ilustrasi persitiwa Rengasdengklok, tempat menculik SOekarno dan Hatta. (Istimewa)

Sukarni

Soekarni Kartodiwirjo, adalah tokoh pejuang kemerdekaan dan Pahlawan Nasional Indonesia. Sukarni, Wikana dan kelompok pemuda lainnya mendesak Soekarno dan Hatta, tetapi mereka berdua menolak sampai akhirnya ia mau untuk membaca proklamasi.

D. N. Aidit

Adalah seorang politikus komunis Indonesia, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Indonesia (PKI)

Adam Malik

Adam Malik merupakan anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta. Bersamaan dengan itu, ia mengawali karier dengan bekerja sebagai wartawan di Jakarta dan merupakan salah satu pendiri Kantor Berita Antara

Chaerul Saleh

Sebelum perintahnya, Chaerul Saleh menjabat sebagai penasihat (sanyo) untuk Barisan Pelopor di bawah kepemimpinan Soekarno. Selama bekerja untuk Jepang, Chaerul dipercaya juga memimpin kursus yang bernama Angkatan Baru Indonesia bersama Sukarni.

Baca Juga: Kisah Mendur Bersaudara, Pembohong yang Selamatkan Dokumentasi Proklamasi

Wikana

Wikana adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia yang pertama (meskipun pada masanya jabatan ini disebut Menteri Negara Urusan Pemuda). Ia adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain lima nama diatas, berikut anggota Menteng 31 yang lain.

  1. B. M. Diah
  2. M. H. Lukman
  3. Amir Syarifuddin
  4. A. M. Hanafi
  5. Maruto Nitimihardjo
  6. Djohar Nur
  7. Subadio Sastrasatomo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Historia.ID

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU