Selasa, 21 MEI 2024 • 14:13 WIB

Kontroversi Memoar Misha Defonseca, Si Anak Hutan yang Dirawat Serigala yang Diduga Menipu

Author

Memoar Misha Defonseca yang disebut tipuan. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Ada sejumlah memoar yang tergolong sebagai memoar palsu, alias tidak menceritakan pengalaman asli dari penulisnya. Termasuk yang satu ini, memoar "MISHA: A MEMOIRE OF THE HOLOCAUST YEARS", kisah anak yang dirawat serigala pada zaman holocaust.

Sesuai judulnya, memoar tersebut berkisah tentang Misha, seorang gadis kecil yang ditinggal mati oleh orang tuanya pada masa Perang Dunia. Ia hidup sebatang kara dan berjuang seorang diri di tengah perang besar yang sedang berkecamuk.

Sampai suatu waktu, Misha terjebak di sebuah hutan dan kehilangan jalan keluar. Tiba-tiba, segerombolan Serigala Hutan pun datang dan mengerubungi gadis kecil itu. Bukannya memangsa Misha, gerombolan Serigala itu malah mengadopsi Misha sebagai bagian dari mereka. Semenjak saat itu, Misha pun dibesarkan bersama para Serigala itu.

Beberapa tahun kemudian, Misha merasa kalau ini adalah saat yang tepat baginya untuk kembali ke peradaban manusia. Misha pun pergi meninggalkan "keluarganya" dan memulai kehidupan barunya sebagai manusia biasa.

Baca Juga: Kisah Kontroversi Mumi Putri Persia di Pakistan: Kesalahan Indentifikasi yang Ternyata Korban Pembunuhan

Tapi, ceritanya belum selesai sampai situ. Misha mulai melakukan pencarian terhadap sekelompok tentara yang telah menghabisi nyawa orang tuanya.

Beruntung, dengan pengalamannya sebagai "anak hutan", Misha dengan mudah melacak dan membantai para tentara jahat yang sudah membuat hidupnya sengsara. Usai misinya selesai, Misha pun bisa hidup dengan tenang dan bahagia di masa tuanya.

Ada yang aneh? Ini faktanya yang dikutip dari berbagai sumber, salah satunya Daily Mail Online dan Duardian Liberty Voice.

Cikal Bakal Penerbitan Memoar "Misha: A Memoir of the Holocaust Years"

Memoar Misha Defonseca yang disebut tipuan. (Istimewa)

Memoar ini dirilis pada tahun 1997, dengan tambahan "berdasarkan kisah nyata" pada bagian sampulnya, membuat masyarakat AS saat itu langsung mempercayai "keaslian" dari buku tersebut. Buku ini langsung menjadi best seller dan sukses diterjemahkan ke dalam 18 bahasa.

Baca Juga: Cerita Penipu Ulung yang Mengaku Sultan Arab Namun Terbongkar karena Kebodohannya Kejebak Makanan

Tidak hanya itu, buku ini sempat dibuat versi lainnya dalam bahasa Perancis oleh penerbit Editions Robert Laffont. Bahkan, memoar ini sampai diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, masyarakat AS mulai meragukan keaslian memoar ini. Dari sini, sejumlah fakta dibalik memoar ini pun mulai terbongkar.

Semuanya berawal dari cerita Jane Daniel, seorang penerbit dari perusahaan Mt. Ivy Press yang pernah bertemu dengan narasumber dari memoar tersebut. Jane dan narasumbernya pun saling bernegosiasi untuk merilis memoar "Misha: A Memoire of the Holocaust Year". Pada akhirnya, negosiasi tersebut berhasil mencapai kesepakatan dan memoar tersebut pun dirilis.

Dalam proses pembuatannya, si narasumber meminta bantuan kepada Vera Lee, untuk membantu penulisan memoar tersebut. Akan tetapi pasca menyelesaikan tulisannya, Vera malah menuntut si narasumber ke jalur hukum. Alasannya sederhana, Vera hanya ingin mengetahui kalau kisah yang tertulis dalam memoar itu adalah kisah nyata. Tapi, si narasumber bersikukuh kalau itu adalah pengalaman pribadinya.

 

Misha Defonseca, Si Narasumber di Balik Memoar Palsu 1997

Memoar Misha Defonseca yang disebut tipuan. (Istimewa)

Namanya adalah Misha Defonseca, seorang penulis buku asal Etterbeek, Belgia kelahiran 12 Mei 1937. Misha terlahir dengan nama Monique de Wael. Ia adalah anak dari orang tua penganut agama Katolik yang taat.

Orang tua Misha ditangkap dan dibunuh oleh pasukan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia 2 akibat menentang kebijakan Nazi pada saat itu. Karena tindakan orang tuanya, Misha sempat dicap sebagai "anak dari seorang pemberontak".

Pasca kematian orang tuanya, Misha diasuh oleh Kakek-Nenek nya, kemudian dialihkan kepada Pamannya. Dari sinilah Misha melakukan sesi pembaptisan untuk mengubah namanya dari Monique de Wael menjadi Misha Defonseca.

Di masa dewasanya, Misha menikah dengan seorang pria bernama Maurice. Mereka sempat menetap di Paris, Perancis sebelum akhirnya pindah ke AS pada tahun 1988. Saat di AS, pasangan ini menetap di Millis, Massachusetts.

Baca Juga: Kontroversi Dokter 'Psikopat' John Bodkin: Tertidur saat Operasi, Pinjang Uang hingga Ambil Hak Waris Pasien

Sejak saat inilah Misha memulai kariernya sebagai penulis. Ia menjadikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi ceritanya, tentunya dengan tambahan bumbu fantasi di dalamnya. Dari sinilah Misha dan Jane Daniel pun bertemu, berbagi kisah dan bernegosiasi soal pembuatan "memoar" tersebut.

Dugaan berbohong

Memoar Misha Defonseca yang disebut tipuan. (Istimewa)

Pada 11 Agustus 2021, Netflix merilis sebuah film dokumenter yang bertajuk "Misha and the Wolves", sebuah film dokumenter yang menceritakan kembali kisah Misha Defonseca dan memoar palsunya. Fun fact, dalam film dokumenter tersebut, terungkap kalau Misha sempat diundang oleh Oprah Winfrey dalam acara talkshow "The Oprah Winfrey Show".

Di acara tersebut, rencananya Misha diundang untuk berinteraksi dengan Serigala asli guna membuktikan pengalaman hidupnya berdasarkan memoar yang Ia tulis. Sayangnya, Misha batal hadir ke acara tersebut untuk menutupi kebohongan yang selama ini ia tutupi.

Baca Juga: Kisah di Balik Sejarah Hari Perawat Sedunia, Ternyata Ada Kaitannya dengan Florence Nightingale

Titik terang mengenai memoar ini akhirnya terungkap berkat jasa Henryk M. Broder, seorang jurnalis asal Jerman yang berhasil menemukan data kelahiran asli si narasumber. Diketahui kalau si narasumber ini pernah dibaptis di sebuah Gereja Katolik di kota Brussels, Belgia.

Terdapat pula nama asli dan nama pasca pembaptisan dari si narasumber. Penemuan Henryk ini dikonfirmasi oleh tim genealogis pimpinan Dr. Maxime Steinberg bersama 2 bawahannya, yakni Sharon Sergeant dan Colleen M. Fitzpatrick.

Akhirnya pada 29 Februari 2008, si narasumber pun mengaku kalau memoar itu adalah karangan fiksi semata. Karena kekalahannya dalam persidangan, si narasumber diwajibkan membayar denda sebesar $22.500.000 kepada Vera Lee. Kasus antara Vera dan si narasumber ini baru selesai di tahun 2014.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU