INDOZONE.ID - Albert Einstein adalah fisikawan teoretis yang terkenal karena mengembangkan teori relativitas, yang mencakup Teori Relativitas Khusus dan Teori Relativitas Umum.
Persamaan ikoniknya, E=mc^2, menyatakan equivalensi antara energi (E) dan massa (m) dalam konteks relativitas.
Bukan cuma terkenal sebagai ilmuwan, Albert Einstein juga dikenal karena pandangan filosofis dan sosialnya. Ia aktif dalam advokasi perdamaian, hak asasi manusia, dan perjuangan anti-nuklir.
Berikut penjelasan mengenai sosok Albert Einstein yang perlu kamu tahu.
Baca Juga: Fakta Jack O'Lantern dan Simbol Labu saat Helloween, Sosok Mistis yang Mencoba Menipu Iblis
1. Profil Albert Einstein
Albert Einstein lahir pada 18 April 1955 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Dia meninggal pada 18 April 1955 (76 tahun) di Princeton, New Jersey, AS.
Albert belajar fisika di Politeknik Swiss di Zurich dan lulus pada tahun 1900 dan mengambil pekerjaan sebagai pemberi les dan pegawai kantor paten.
Dia menikah dua kali dan memiliki tiga orang anak.
Albert dikenal karena eksentrisitasnya dan sikap santainya terhadap konvensi sosial.
2. Dapat Hadiah Nobel
Albert Einstein menerima Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik, bukan untuk teori relativitasnya
Albert Einstein juga membuat kontribusi dalam bidang mekanika statistik dan teori kinetik gas.
Sifat eksentrik dan kepribadiannya yang unik juga menjadi ciri khas Albert.
Meskipun memiliki ketidakteraturan dalam kehidupan sehari-hari, ia memberikan dampak yang mendalam pada pemahaman manusia tentang alam semesta
Baca Juga: Legenda Hattori Hanzo, Sosok Ninja yang Dijuluki 'Iblis' Pemimpin Klan Tokugawa di Jepang Abad 16
3. Tolak Jadi Presiden Israel
Selama hidupnya, ada rumor yang beredar bahwa Albert Einstein ditawari menjadi Presiden Israel pada tahun 1952, tetapi ia menolak tawaran tersebut.
Namun, kenyataannya lebih kompleks. Meskipun benar bahwa Albert ditawari jabatan Presiden Israel setelah kematian Chaim Weizmann, yang saat itu menjabat, Albert sebenarnya menolak tawaran tersebut dengan cukup tegas.
Dalam surat tanggapannya, Albert menyatakan bahwa ia merasa tidak memiliki kualifikasi atau pengalaman politik yang cukup untuk memenuhi tuntutan jabatan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa ia lebih suka fokus pada pekerjaan ilmiah dan kegiatan intelektualnya daripada terlibat dalam politik.
Jadi, meskipun ada tawaran untuknya menjadi Presiden Israel, Einstein menolaknya dengan alasan yang lebih terkait dengan ketidakcocokan dirinya dengan peran tersebut daripada alasan politik atau ideologis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber