INDOZONE.ID - Nama Edward Theodore Gein alias Ed Gein, sempat terkenal pada circa 50-an di Plainfield, Wisconsin, Amerika Serikat.
Dia dikenal sebagai pembunuh berantai dan juga penjagal paling sinting yang pernah ada. Enggak hanya membunuh, dia menjadikan tulang serta kulit korbannya sebagai cinderamata dan pakaian.
Dia divonis bersalah atas dua kasus pembunuhan tersebut, namun pengadilan AS enggak dapat menghukumnya karena dia dinyatakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Ed Gein meninggal pada 26 Juli 1984 di usia 77 tahun, setelah berjuang melawan kanker hati dan gagal pernapasan.
Kejahatan pertama yang dilakukan Ed Gein terungkap setelah pemilik toko perkakas di Plainfiled, Bernice Worden menghilang pada 16 November 1957.
Putra Worden, Frank Worden, mengatakan kepada penyidik bahwa Ed Gein telah berada di toko tersebut pada malam sebelum ibunya menghilang.
Lalu pada malam hari, polisi menangkap Ed Gein di sebuah toko kelontong di West Plainfield dan lalu menggeledah pertanian.
Saat menggeledah bagian gudang di lahan pertanian tersebut, polisi menemukan potongan tubuh Worden yang telah dipenggal dan digantung dengan posisi terbalik.
Kaki Worden diletakkan di atas palang, dan pergelangan tangannya diikat dengan tali.
Menurut pengakuannya kepada polisi, dia telah menembak Worden dengan senapan kaliber dan memutilasinya setelah itu.
Setelah ditangkap karena pembunuhan Worden, Ed Gein mengaku kerap membongkar kuburan-kuburan dari mayat yang baru dikuburkan.
Kepada penyidik, dia mengaku telah melakukan hal tersebut dari antara tahun 1947 sampai dengan 1952.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber