INDOZONE.ID - Nama Adolf Hitler identik dengan perang, propaganda, dan tragedi kemanusiaan terbesar abad ke-20. Namun di balik mesin politik dan militer Nazi, terdapat sisi lain yang selama bertahun-tahun memicu rasa penasaran para sejarawan: obsesi terhadap dunia supranatural, okultisme, dan pseudosains.
Bagi banyak petinggi Nazi, kepercayaan mistik bukan sekadar hiburan pribadi. Ide-ide esoteris justru melekat kuat dalam fondasi ideologi Reich Ketiga, seperti yang dikutip dari berbagai situs, salah satunya nationalww2museum.org.
Simbol-simbol kuno, teori kosmologi aneh, hingga pencarian artefak legendaris dijadikan bagian dari narasi besar tentang superioritas ras Arya.
Ketertarikan Hitler terhadap dunia mistik diyakini mulai tumbuh ketika ia tinggal di Wina pada awal abad ke-20. Pada masa itu, berbagai kelompok nasionalis dan spiritualis berkembang di Eropa.
Baca juga: Operasi Valkyrie: Percobaan Berani untuk Membunuh Hitler dan Menggulingkan Rezim Nazi
Salah satu pengaruh terbesar datang dari Ariosofi, sebuah ajaran yang mencampurkan mistisisme, simbolisme kuno, dan teori rasial. Aliran ini meyakini bahwa bangsa Arya memiliki asal-usul spiritual yang lebih tinggi dibanding ras lain.
Pandangan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari propaganda Nazi. Rezim Hitler membangun gagasan bahwa bangsa Jerman adalah pewaris kekuatan Arya kuno yang harus “dipulihkan” melalui kebangkitan nasionalisme ekstrem.
Salah satu contoh paling nyata dari pengaruh okultisme dalam Nazi adalah penggunaan swastika. Simbol tersebut sebenarnya telah lama digunakan dalam berbagai budaya di Asia maupun Eropa sebagai lambang spiritual dan keberuntungan.
Namun Nazi mengubah maknanya menjadi simbol supremasi ras Arya dan kekuatan politik Reich Ketiga.
Selain simbolisme, sejumlah organisasi mistik juga ikut membentuk atmosfer ideologis awal gerakan Nazi. Salah satunya adalah Thule Society, perkumpulan rahasia yang menggabungkan nasionalisme Jerman, astrologi, mitologi Nordik, dan teori superioritas ras.
Baca juga: Bentuk Pengamanan Adolf Hitler, Makanan yang Akan Disajikan Dicicipi Terlebih Dahulu!
Adolf Hitler petinggi Nazi. (Dok. Pemerintah federal Amerika Serikat via Wikimedia Commons)
Beberapa anggota awal Partai Nazi diketahui memiliki hubungan dengan kelompok ini. Thule Society membantu menyebarkan gagasan bahwa bangsa Jerman memiliki hubungan spiritual dengan ras Arya kuno dan ditakdirkan memimpin dunia.
Meskipun tidak semua pemimpin Nazi terlibat langsung dalam praktik okultisme, pengaruh kelompok semacam ini memperkuat sisi mistik dalam propaganda mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalww2museum.org