Senin, 29 JUNI 2026 • 15:30 WIB

Jauh Sebelum Katana Eksis, Intip Sejarah Pedang Jepang yang Lahir dari Mitologi Dewa!

Author

Katana dan Saber, Apa Perbedaan Utama Dua Pedang Legendaris Ini? (Freepik)

INDOZONE.ID - Ngomongin soal pedang Jepang, di pikiran kamu pasti langsung muncul sosok samurai keren yang lagi megang katana, kan? Memang gak salah sih, bilah melengkung yang tajam sebelah itu sudah telanjur melekat banget sama budaya Jepang.

Tapi tahu gak, sebenarnya sejarah pedang di Negeri Sakura itu jauh lebih panjang dan malah lebih dulu eksis sebelum katana diciptakan. Jauh sebelum pedang jadi simbol harga diri para ksatria Jepang, benda ini awalnya justru lahir dari cerita mitos para dewa dan sering dipakai buat ritual sakral.

Seiring berjalannya waktu, fungsi pedang di sana terus berubah-ubah. Dari yang tadinya benda keramat, berubah jadi senjata pembunuh yang ditakuti di medan perang, sampai akhirnya naik kasta jadi simbol gengsi dan status sosial kaum elite.

Lahir dari Mitos Ular Berkepala Delapan

Orang Jepang itu hormat banget sama pedang karena akar kepercayaannya berasal dari agama Shinto. Dalam tradisi mereka, pedang diakui sebagai salah satu dari tiga benda pusaka paling suci milik kekaisaran Jepang.

Ceritanya bermula dari mitologi kuno tentang Dewa Badai bernama Susanoo. Waktu itu, dia berhasil mengalahkan ular raksasa berkepala delapan yang hobi meneror warga. Nah, pas dewa ini lagi memotong-motong ekor si ular, tiba-tiba dia nemu sebilah pedang sakti di dalamnya yang dinamai Kusanagi.

Pedang ini akhirnya diwariskan turun-temurun ke anak cucunya yang kemudian dipercaya jadi cikal bakal keluarga kaisar Jepang. Sampai hari ini, pedang keramat tersebut masih disimpan rapi di Kuil Atsuta, Nagoya. Saking sakralnya, dalam ajaran Shinto, beberapa pedang bahkan dianggap punya roh suci sendiri yang disebut Kami.

Baca juga: Tak Tertandingi! Ini 5 Pedang Legendaris dari Mitologi yang Memiliki Kekuatan Dewa

Ternyata Cuma Senjata Cadangan Para Samurai

Ada satu salah kaprah yang sering kita telan bulat-bulat karena pengaruh film. Di dunia nyata, pedang sebenarnya bukan senjata utama para samurai saat perang, lho!

Zaman dulu, senjata nomor satu yang paling diandalkan di medan tempur justru adalah busur panah. Para samurai biasanya baru mencabut pedang kalau situasinya sudah mendesak atau ketika mereka terpaksa harus duel satu lawan satu jarak dekat.

Peran pedang baru mendadak jadi penting setelah bangsa Mongol mencoba menjajah Jepang di akhir abad ke-13. Karena pertempurannya jadi makin padat dan jarak dekat, pedang Jepang akhirnya unjuk gigi. Bilahnya yang super tajam terbukti gampang banget merobek baju zirah pasukan Mongol. Dari sinilah desain pedang mereka mulai diakui kehebatannya.

Uniknya lagi, pedang Jepang versi jadul itu bentuknya lurus dan dipakai dengan cara ditusuk mirip pedang China. Bentuk melengkung yang kita kenal sebagai katana baru muncul di pertengahan Periode Heian (794–1185) pas kelas samurai mulai terbentuk.

Teknik Tempa Rahasia dan Sisi Kelam 'Tsujigiri'

Ilustrasi sebagai ahli pedang dan samurai dengan pratik Tsujigiri. (Freepik)

Alasan kenapa pedang samurai dihargai mahal banget adalah karena keahlian pandai besinya yang luar biasa. Mereka bisa bikin racikan besi yang keras tapi tetap lentur. Hasilnya, pedang buatan mereka gak bakal gampang patah walau dipakai buat menebas barang keras sekalipun.

Saking tajamnya, para pendekar zaman dulu punya latihan khusus memotong batang bambu atau gulungan jerami tebal cuma dalam sekali tebas.

Tapi di balik kehebatannya, ada sejarah hitam yang cukup mengerikan bernama tsujigiri. Istilah ini merujuk pada aksi nakal oknum samurai yang penasaran sama ketajaman pedang barunya. Mereka bakal sembunyi di persimpangan jalan yang sepi pada malam hari, lalu mendadak menebas atau memenggal kepala orang asing yang kebetulan lewat cuma buat test drive pedang baru. Sadis banget.

Baca juga: Katana dan Saber, Apa Perbedaan Utama Dua Pedang Legendaris Ini?

Jadi Barang Mewah yang Cuma Boleh Dipakai Kaum Elite

Fungsi pedang berubah total dari alat perang jadi simbol gengsi pada tahun 1588. Penguasa Jepang waktu itu, Toyotomi Hideyoshi, bikin aturan ketat bernama katanagari alias operasi perburuan pedang.

Lewat aturan ini, masyarakat biasa atau warga sipil dilarang keras punya senjata apa pun, mulai dari pedang, tombak, sampai pistol. Semuanya disita negara dengan alasan biar gak ada pemberontakan.

Dampaknya, cuma orang-orang dari kasta samurai saja yang boleh bawa pedang ke mana-mana. Sejak saat itu, kalau ada orang yang menyelipkan katana di pinggangnya, itu bukan cuma tanda kalau dia jago berantem, tapi juga bukti kalau dia adalah orang kaya, punya pangkat tinggi, dan dihormati di masyarakat.

Meskipun era samurai sudah runtuh ratusan tahun lalu, pesona pedang Jepang ini gak pernah pudar. Banyak pedang bersejarah yang sekarang dirawat di museum dan diberi gelar Harta Nasional karena nilai seninya yang tinggi. Dari senjata para dewa sampai jadi lambang ksatria, pedang sukses jadi identitas abadi buat bangsa Jepang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU