INDOZONE.ID - Sepanjang sejarah dunia, sebagian besar kerajaan dipimpin oleh laki-laki. Namun, dalam beberapa peradaban, terdapat perempuan yang tidak hanya menjadi ratu, tetapi turut memegang gelar “raja” dan memerintah dengan kekuasaan penuh.
Melansir laman The Collector, Kamis (7/05/2026) para penguasa wanita ini dikenal karena keberanian, kecerdasan politik, hingga pengaruh besar yang mereka tinggalkan dalam sejarah dunia.
1. Hatshepsut
Hatshepsut menjadi salah satu penguasa perempuan paling terkenal di Mesir Kuno. Ia berasal dari Dinasti ke-18 dan awalnya bertindak sebagai wali bagi anak tirinya, Thutmose III.
Namun seiring waktu, Hatshepsut mulai tampil sebagai raja laki-laki lengkap dengan atribut kerajaan seperti janggut simbolis dan penggunaan gelar pria.
Berdasarkan laman The Collector, masa pemerintahannya dikenal stabil dan penuh pembangunan besar, termasuk kuil megah di Deir el-Bahri.
Baca juga: Mengenal Hatshepsut, Firaun Perempuan yang Terlupakan dari Peradaban Mesir Kuno
2. Nefertiti
Nefertiti dikenal sebagai istri Raja Akhenaten, tetapi banyak ahli percaya ia juga pernah memerintah sebagai raja dengan nama Neferneferuaten.
Pada masa itu, Mesir sedang mengalami pergolakan akibat perubahan sistem kepercayaan yang dilakukan Akhenaten.
Melansir The Collector, Nefertiti dipercaya ikut memegang kekuasaan penting dan memimpin Mesir setelah suaminya meninggal.
3. Jadwiga
Jadwiga menjadi salah satu penguasa perempuan paling berpengaruh di Polandia. Menariknya, ia tidak dinobatkan sebagai ratu, melainkan sebagai “raja” Polandia pada 1384.
Gelar tersebut diberikan untuk menegaskan bahwa ia memiliki kekuasaan penuh sebagai pemimpin negara.
Menurut laman The Collector, Jadwiga dikenal sebagai sosok diplomatis yang membantu memperkuat persatuan Polandia dan Lituania.
4. Maria dari Hongaria
Maria dari Hongaria naik takhta setelah ayahnya, Raja Louis I, meninggal tanpa pewaris laki-laki.
Ia kemudian dinobatkan sebagai raja Hungaria pada 1382. Namun pemerintahannya penuh konflik politik karena banyak bangsawan menolak kepemimpinan perempuan.
Meski begitu, Maria tetap menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Hungaria abad pertengahan.
Baca juga: Kisah Joan of Arc, Keberanian Perempuan yang Mengubah Jalan Perang
5. Tamar dari Georgia
Tamar dari Georgia memimpin pada masa yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Georgia.
Melansir The Collector, Tamar dinobatkan sebagai raja pada akhir abad ke-12 dan berhasil memperluas wilayah kekuasaan Georgia melalui berbagai kemenangan militer.
Di bawah kepemimpinannya, Georgia berkembang menjadi salah satu kerajaan paling kuat di kawasan tersebut.
Baca juga: Kisah Tragis Anne Boleyn: Ratu Inggris yang Berakhir di Tiang Penggal
Itulah lima raja wanita yang fenomenal. Keberadaan para raja wanita ini menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan memimpin kerajaan besar di tengah sistem patriarki yang kuat.
Tak hanya memegang kekuasaan, beberapa dari mereka bahkan meninggalkan warisan sejarah yang masih dikenang hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Collector