Kisah Tragis Marie Antoinette (Versailles)
INDOZONE.ID - Marie Antoinette, nama yang begitu lekat dengan sejarah revolusi Prancis, adalah sosok yang penuh kontroversi. Kehidupannya yang penuh kemewahan di tengah penderitaan rakyat Prancis.
Sebagai Ratu Prancis, Marie Antoinette menjalani kehidupan yang penuh kemewahan di Istana Versailles. Ia dikenal karena selera modenya yang tinggi, pesta-pesta besar, dan kegemarannya pada perhiasan yang mahal.
Kisah hidupnya yang penuh liku-liku berakhir dengan dipenggal kepalanya. Dan menjadikannya salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah Eropa. Yuk mengenal Marie Antoinette!
Marie Antoinette lahir pada tanggal 2 November 1755 di Austria sebagai putri Kaisar Romawi Francis I dan Permaisuri Maria Theresia. Pada usia 14 tahun, ia menikah dengan Calon raja Louis XVI dari Prancis.
Pernikahan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Austria dan Prancis, yang kala itu saling berseteru.
Baca Juga: Misteri Wendigo, Makhluk Kanibal yang Menyeramkan dari Hutan Amerika Utara
Marie Antoinette diangkat menjadi Ratu Prancis pada tanggal 10 Mei 1774, ketika suaminya, Louis XVI, naik takhta sebagai Raja Louis XVI setelah kematian Raja Louis XV.
Pada saat itu, Marie Antoinette baru berusia 18 tahun pun resmi menjadi Ratu.
Marie Antoinette dan Raja Louis XVI memiliki empat anak yaitu anak pertama Marie Thérèse Charlotte, anak kedua Louis Joseph Xavier François, anak ketiga Louis Charles, dan anak terakhir Sophie Hélène Béatrice.
Hidup mewah Marie Antoinette (Versailles)
Marie Antoinette dikenal karena gaya hidupnya yang sangat mewah. Di Istana Versailles, ia sering mengadakan pesta besar, mengenakan pakaian mahal, dan membeli perhiasan yang sangat mahal.
Kehidupan glamornya ini membuatnya dianggap tidak peduli dengan kesulitan yang dialami oleh rakyat Prancis, yang pada saat itu sedang menghadapi krisis ekonomi.
Meskipun ada rumor bahwa ia pernah berkata "Biarkan mereka makan brioche" ketika mendengar rakyat kelaparan, ungkapan itu sebenarnya tidak pernah diucapkannya, tetapi tetap memperburuk citranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic Indonesia