Kamis, 26 MARET 2026 • 13:05 WIB

Kisah Joan of Arc, Keberanian Perempuan yang Mengubah Jalan Perang

Author

Pejuang perempuan dari Prancis Joan of Arc (Birtanica). 

INDOZONE.ID - Perayaan International Women's Day yang baru saja berlalu kembali mengingatkan bagaimana perempuan telah berkontribusi besar dalam perjalanan sejarah dunia. 

Salah satu tokoh yang sering disebut ketika membahas keberanian dan kepemimpinan perempuan adalah Jeanne d'Arc

Jeanne d'Arc atau Joan of Arc merupakan pahlawan nasional dari Prancis yang kisah hidupnya masih terasa relevan, bahkan bagi generasi muda seperti Gen Z saat ini. Mari kita simak cerita singkatnya.

Dari Gadis Desa Menjadi Figur Bersejarah 

Jeanne d’Arc lahir sekitar tahun 1412 di desa kecil Domrémy. Ia berasal dari keluarga petani sederhana dan menjalani kehidupan yang jauh dari dunia politik maupun militer. 

Baca juga: Sejarah Panjang di Balik Tanggal 1 Juli sebagai Hari Jadi Kota Medan

Namun situasi negaranya saat itu sedang tidak stabil karena konflik panjang antara Perancis dan Inggris dalam perang besar yang dikenal sebagai Hundred Years War. 

Di tengah kondisi tersebut, Jeanne yang masih remaja meyakini bahwa dirinya memiliki panggilan untuk membantu negaranya. 

Keputusan ini tentu bukan hal biasa, mengingat pada masa itu perempuan hampir tidak memiliki ruang dalam kepemimpinan militer ataupun politik.

Keberanian yang Mengubah Jalannya Perang

Pada usia sekitar 17 tahun, Jeanne berhasil meyakinkan pihak kerajaan untuk memberinya kesempatan membantu pasukan Prancis. 

Baca juga: Mengapa Istanbul Jadi Pusat Peradaban Dunia Selama Ribuan Tahun?

Ia kemudian bertemu dengan calon raja Charles VII Perancis, yang akhirnya mempercayakan misi penting kepadanya.

Salah satu momen paling bersejarah terjadi ketika Jeanne memimpin pasukan dalam pertempuran di Orléans pada tahun 1429. 

Kemenangan ini menjadi titik balik penting dalam perang dan berhasil mengangkat kembali moral rakyat Perancis yang sebelumnya terpuruk.

Setelah membawa kemenangan penting bagi Prancis, posisi Jeanne perlahan melemah karena dukungan politik yang tidak lagi sekuat sebelumnya. 

Pada tahun 1430, saat berusaha mempertahankan wilayah Compiègne, ia ditangkap oleh pasukan sekutu Inggris. 

Bagi Inggris, menangkap Jeanne bukan sekadar soal militer, tapi juga strategi untuk menjatuhkan simbol harapan Prancis.

Baca juga: Fakta atau Fiksi? Mengungkap Kebenaran Sosok Raja Midas dalam Mitologi Yunani

Ia kemudian diadili, bukan sebagai tawanan perang, melainkan dengan tuduhan pelanggaran agama. 

Proses peradilannya sendiri penuh kepentingan politik dan jauh dari kata adil. 

Jeanne akhirnya dinyatakan bersalah dan dihukum mati pada tahun 1431. Namun, beberapa dekade setelah kematiannya, kasus ini dibuka kembali dan pengadilan sebelumnya dinyatakan tidak sah. 

Nama Jeanne pun dipulihkan, dan berabad-abad kemudian ia diakui sebagai santo oleh Gereja Katolik Roma, sekaligus menjadi simbol nasional Perancis.

Baca juga: Jejak 3 Abad di Jantung Manado: Kisah Gereja Sentrum yang Pernah Dibombardir di Perang Dunia II

Warisan Inspirasi yang Melampaui Zaman

Hingga saat ini, Jeanne d’Arc tetap menjadi simbol keberanian, kepemimpinan, dan keteguhan prinsip. 

Kisah hidupnya tidak hanya menginspirasi masyarakat Prancis, tetapi juga generasi muda di berbagai belahan dunia.

Dari seorang gadis desa hingga menjadi ikon sejarah dunia, Jeanne d’Arc menunjukkan bahwa keberanian seorang perempuan dapat meninggalkan dampak besar bagi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Joan Of Arc: Her Story

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU