Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 12:35 WIB

Jejak 3 Abad di Jantung Manado: Kisah Gereja Sentrum yang Pernah Dibombardir di Perang Dunia II

Jejak 3 Abad di Jantung Manado: Kisah Gereja Sentrum yang Pernah Dibombardir di Perang Dunia IIGereja Sentrum Manado (google maps).

INDOZONE.ID - Di pusat Kota Manado, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan panjang sejarah Sulawesi Utara. 

Dialah Gereja Sentrum Manado, gereja tua yang sudah melewati berbagai era—dari kolonial, perang, hingga Indonesia merdeka.

Awal Mula di Era VOC

Sejarah Gereja Sentrum bermula pada Abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1677. Pada masa itu, wilayah Manado berada di bawah kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga membawa pengaruh agama Kristen Protestan ke wilayah jajahannya.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Masjid Menara Kudus, Simbol Akulturasi Budaya dan Toleransi

Gereja ini awalnya dikenal dengan nama Oude Kerk atau “Gereja Tua / Besar”. Pendirian gereja diprakarsai oleh tokoh-tokoh gereja Belanda, termasuk Zacharias Coheng, yang bertugas melayani kebutuhan rohani para serdadu, pegawai VOC, dan masyarakat setempat yang mulai memeluk agama Kristen.

Saat itu, gereja berada di bawah naungan Indische Kerk, yaitu lembaga gereja resmi pemerintah kolonial Belanda. Fungsi gereja bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan penyebaran ajaran agama di kawasan Minahasa.

Berkembang Bersama Masyarakat Minahasa

Seiring waktu, pengaruh gereja semakin kuat di tengah masyarakat Minahasa. Penyebaran agama Kristen berkembang pesat, dan gereja ini menjadi salah satu pusat utama kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.

Baca juga: Sempat Terlupakan di Museum, Fosil Janin 55.000 Tahun Ini Bongkar Rahasia Punahnya Neanderthal!

Memasuki Abad ke-19 hingga awal Abad ke-20, bangunan gereja mengalami beberapa kali renovasi dan penyesuaian, baik karena faktor usia maupun kebutuhan jemaat yang terus bertambah. 

Meski mengalami perubahan fisik, nilai historis dan peran pentingnya tetap terjaga.

Setelah Indonesia merdeka, struktur gereja pun mengalami transformasi besar. Gereja yang sebelumnya berada di bawah sistem kolonial kemudian menjadi bagian dari Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). 

Sejak saat itu, nama Gereja Sentrum Manado semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Saksi Bisu Perang Dunia II

Salah satu bab paling dramatis dalam sejarah Gereja Sentrum terjadi saat Perang Dunia II. 

Baca juga: Apa Itu Limbah Nuklir? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wonderfull Manado

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak 3 Abad di Jantung Manado: Kisah Gereja Sentrum yang Pernah Dibombardir di Perang Dunia II

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!