Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 10:20 WIB

5 Fakta Menarik Masjid Menara Kudus, Simbol Akulturasi Budaya dan Toleransi

5 Fakta Menarik Masjid Menara Kudus, Simbol Akulturasi Budaya dan ToleransiMenara Kudus di kompleks makam Sunan Kudus. (Z Creators/Inayah Catur Nugraheni)

INDOZONE.ID - Kemegahan Masjid Menara Kudus menjadi pusat perhatian dengan menara merah ikonik yang berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk Kota Kudus, Jawa Tengah.

Sejak didirikan oleh Sunan Kudus pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi, tempat ibadah ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga simbol perjumpaan dua peradaban besar.

Dikenal secara resmi sebagai Masjid Al-Aqsa Manarat Qudus, rumah ibadah ini memanjakan mata melalui menara bata merahnya yang menjulang ikonik, serupa dengan langgam arsitektur candi peninggalan era Majapahit. 

Lebih dari sekadar monumen fisik, masjid ini merupakan simbol hidup toleransi antarumat beragama yang senantiasa dipelihara dengan harmonis oleh masyarakat setempat. 

Baca juga: Riwayat Hidup K.H.R. Asnawi: Ulama Kudus Nahdlatul Ulama yang Kharismatik dan Berprinsip Teguh

Simak lima fakta menarik mengenai Masjid Menara Kudus yang merepresentasikan perpaduan nilai sejarah dan akulturasi budaya yang kental di bawah ini!

1. Menara Masjid ini Menyerupai Bangunan Candi Hindu

Daya tarik utama Masjid Menara Kudus bertumpu pada arsitektur menaranya yang menyimpang dari pakem umum. 

Alih-alih menggunakan bentuk kubah atau kubah bawang, struktur bangunan ini justru merefleksikan kemiripan visual dengan candi-candi di tanah Jawa. 

Menara setinggi 18 meter ini dibangun menggunakan material batu bata merah yang direkatkan melalui teknik tradisional kosod, sebuah proses friksi atau penggosokan bata tanpa melibatkan campuran semen.

Struktur bangunan menara ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni kaki, badan, dan puncak bangunan. 

Bagian-bagian tersebut melambangkan konsep kosmologi yang umum dalam arsitektur Hindu, di mana setiap tingkatan memiliki makna filosofis tersendiri. 

Penggunaan bata merah ekspos berhasil mempertahankan nuansa estetika kuno yang tetap terjaga keasliannya. 

Material ini menjadi elemen kunci yang memperlihatkan sisi historis bangunan tanpa kehilangan pesona autentiknya hingga hari ini.

2. Sunan Kudus Membangun Masjid dengan Langkah Pendekatan Budaya

Dalam proses penyebaran Islam, Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq dikenal sebagai ulama yang sangat bijaksana. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Fakta Menarik Masjid Menara Kudus, Simbol Akulturasi Budaya dan Toleransi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!