INDOZONE.ID - Badan Intelijen Luar Negeri Amerika Serikat alias CIA, punya ide jadikan kucing sebagai mata-mata. Alih-alih berhasil, proyek jumbo berakhir gagal total.
Pada era 1960-an, CIA menanamkan pemancar radio ke perut seekor kucing untuk memata-matai Kedutaan Besar Soviet di Washington, D.C.
Program rahasia bernama Acoustic Kitty ini menelan biaya sekitar UD20 juta.
Para analis intelijen AS punya ide menggunakan kucing domestik sebagai alat penyadap hidup.
Logikanya masuk akal. Kucing bisa berkeliaran bebas tanpa dicurigai. Siapa sih yang curiga pada seekor kucing menggemaskan yang duduk santai di dekat diplomat Soviet?
Masalahnya, mereka memilih kucing.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Kucing Bisa Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran?
Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Kucing Hitam Menurut Islam, Pertanda Buruk?
Begini Teknisnya Jadikan Kucing Buat Mata-Mata
Pemancar radio ditanamkan di perut kucing. Antena dipasang di ekornya.
Secara teknis, ini adalah pencapaian bedah yang luar biasa untuk ukuran tahun 1960-an.
Pelatih hewan Bob Bailey, berbicara kepada Smithsonian Magazine pada 2013, bahkan menolak menyebut program ini sebagai kegagalan.
"Kami tidak pernah menemukan hewan yang tidak dapat kami latih," katanya melansir Popular Science.
"Kami dapat melatih kucing untuk mendengarkan suara, kami menemukan bahwa kucing akan semakin sering mendengarkan suara orang, dan semakin jarang mendengarkan hal-hal lain," lanjutnya
Tapi mantan agen CIA Victor Marchetti punya versi berbeda.
Menurutnya, pada misi pertama, kucing itu langsung tertabrak mobil sebelum sempat mendekati targetnya.
Kedua versi belum pernah diverifikasi secara independen hingga hari ini.
Fakta Dokumen CIA
Dokumen CIA berjudul "Pandangan tentang Kucing Terlatih", yang bisa diakses dalam versi tersensor melalui Arsip Keamanan Nasional di Universitas George Washington, menyimpulkan dengan kalimat yan memalukan.
"Program ini secara praktis tidak akan cocok untuk kebutuhan kita yang sangat khusus," penggalan isi dokumen tersebut.
Terjemahan gampangnya, kucing nggak bisa diatur.
Dokumen itu tetap mengakui bahwa proyek ini merupakan "pencapaian ilmiah yang luar biasa" dan memuji dedikasi tim di baliknya.
Tapi di dunia intelijen, dedikasi tanpa hasil operasional tetap dihitung sebagai kegagalan.
Kenapa Kucing Memang Nggak Bisa Diperintah?
Stephen Quandt, ahli perilaku kucing dari New York City, menjelaskan perbedaan mendasarnya.
"Anjing telah dibiakkan untuk ingin menyenangkan kita. Mengambil bola terasa menyenangkan bagi mereka, tetapi juga terasa menyenangkan bahwa kita meminta mereka untuk mengambilnya," ungkapnya.
Gimana kalau Kucing? Beda cerita.
Kucing ingin melakukan apa yang mereka sukai.
"Tanpa mempedulikan apakah kita menginginkan mereka melakukannya atau tidak," jelas Quandt.
Ini bukan soal kecerdasan. Kucing melakukan domestikasi secara mandiri.
Mereka datang ke pemukiman manusia untuk berburu hama, bukan karena dilatih.
Tidak ada seleksi genetis berabad-abad untuk tunduk pada perintah manusia, seperti yang terjadi pada anjing.
Acoustic Kitty adalah proyek yang melawan sifat dasar hewannya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Popular Science