INDOZONE.ID - Bagi para pecinta kucing (cat lovers), euforia mudik Lebaran kerap kali dibarengi dengan dilema tentang siapa yang akan menjaga kucing di rumah.
Akhirnya, banyak yang memilih untuk mengajak anabul mereka menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman.
Namun, muncul pertanyaan penting: benarkah kucing bisa merasakan mabuk darat? Mungkinkah hewan peliharaan kita merasa tidak nyaman, mual, hingga pusing akibat guncangan selama di jalan?
Yuk, simak penjelasan medisnya di bawah ini!
Baca juga: 11 Mitos Seputar Kucing yang Cukup Populer di Kalangan Cat Lovers!
Faktanya, manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang bisa mengalami mabuk perjalanan.
Kucing juga bisa merasa tidak nyaman saat menaiki moda transportasi tertentu, termasuk mobil, pesawat, bahkan perahu atau kapal, melansir Pet Health Network.
Perlu diketahui bahwa tingkat kerentanan setiap kucing terhadap mabuk perjalanan berbeda-beda.
Biasanya, kondisi ini lebih mudah menyerang anabul yang jarang diajak berkendara atau mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi terhadap perubahan suasana.
Secara biologis, motion sickness muncul saat guncangan konstan mengacaukan koordinasi antara panca indra dan sistem keseimbangan di otak.
Selain faktor fisik, rasa takut serta stres selama perjalanan turut menjadi pemicu utama munculnya gejala tersebut.
Mabuk perjalanan memang bukan kondisi yang fatal bagi anabul. Maka dari itu, hal ini dapat membuatnya merasa tidak nyaman selama perjalanan bahkan setelah sampai tujuan.
Melansir dari Wag Walking, kucing bahkan dapat mengalami muntah dan diare yang akhirnya memicu dehidrasi.
Meski kucing berisiko mabuk perjalanan, gejalanya terkadang tidak langsung terlihat jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pet Health Network