INDOZONE.ID - Kemunculan film Barbie yang menghipnotis para pecinta film dan langsung meraih box office tak terlepas dari boneka Barbie legendaris yang sangat populer ini.
Beberapa fakta menarik boneka plastik yang menjadi ikon abadi dengan tingkat pengakuan melebihi Elizabeth II, Ratu Inggris ini:
1. Boneka pertama yang tidak meniru bentuk bayi
Diciptakan pada tahun 1959 oleh Ruth Handler, boneka Barbie merupakan boneka pertama yang berbeda dari mainan anak perempuan lainnya yang berbentuk bayi. Konon, Barbie berorientasi kepada Lili, karakter kartun pada surat kabar Jerman Barat, Bild Zeitung. Barbie diciptakan sebagai perempuan modis yang memiliki pekerjaan, apartemen, serta mobil sendiri, dan menolak menjadi ibu rumah tangga. Dengan beragam profesi, mulai dokter hingga astronot, Barbie menginspirasi anak perempuan untuk mengejar karier yang beragam.
Baca juga: Nama Lengkap Barbie dan Sejarah Boneka Plastik yang Banyak Memicu Kontroversi
2. Nama Barbie terinspirasi dari nama anak penciptanya
Barbie merupakan nama panggilan dari boneka yang bernama asli Barbara Millicent Roberts, yang tinggal di kota fiksi Wisconsin. Nama Barbie dan Ken konon terinspirasi dari nama kedua anak pencipta boneka plastik setinggi 29 sentimeter tersebut, yaitu Barbara dan Kenneth. Boneka produksi Mattel ini diceritakan berasal dari keluarga terpandang dan mempunyai beberapa saudara lainnya, yaitu Kristine, Kelly, Krissy, si kembar Todd & Stacie, serta Chelsea Roberts.
3. Barbie dibuat dengan berbagai ras dan identitas
Pada tahun 1968, muncul boneka kulit hitam yang menjadi teman Barbie sebagai pernyataan Gerakan Hak Sipil di Amerika Serikat pada saat itu. Kemudian dilanjutkan dengan beragam Barbie dengan berbagai tipe tubuh dan warna kulit, mulai Barbie berkepala botak, menggunakan kursi roda, memakai jilbab, memakai alat bantu dengar, bahkan memakai kaki palsu. Beragamnya penciptaan Barbie menunjukkan identitas yang luas dan mencerminkan berbagai kalangan perempuan.
4. Barbie sebagai simbol kemandirian dan pemberdayaan perempuan
Sejak kemunculannya, Barbie telah diciptakan dengan lebih dari 250 karier yang berbeda, sehingga menjadikannya salah satu sosok berprestasi di dunia. Kehadiran Barbie menjadi boneka pertama yang menunjukkan bahwa anak perempuan dapat menjadi menarik, ambisius, senang berdandan, serta glamor.
Kemunculan seri Sheroes dan Inspiring Women yang menampilkan boneka menyerupai sosok penerbang wanita pertama Amelia Earhart, astronot Sally Ride, atau pesenam Olimpiade Gabby Douglas, menjadi inspirasi bagi anak perempuan untuk percaya diri dan menjadi simbol pemberdayaan perempuan di berbagai bidang.
5. Barbie adalah lajang dan tak pernah menikah
Diciptakan mempunyai kekasih yaitu Ken pada tahun 1961, namun faktanya hubungan Barbie dan Ken telah resmi bubar pada tahun 2004. Penciptaan Barbie yang sering berdandan ala “cewek kue” ini menghadirkan sosok yang mandiri dengan identitas unik, menormalkan kemandirian dan individualitas.
6. Barbie, boneka terpopuler sepanjang masa
Barbie yang hadir dari perusahaan mainan asal California Selatan, Amerika Serikat, ini merupakan boneka terpopuler yang pernah hadir di dunia. Konon, penjualannya lebih dari 100 boneka setiap menitnya. Dari 13 pabriknya di seluruh dunia, salah satunya berada di Cikarang, Jawa Barat.
Barbie bernama Stefano Canturi bergaun hitam dengan kalung berlian putih senilai 3 karat dan berlian pink emerald 1 karat menjadi Barbie termahal di dunia karena dijual seharga 4 miliar rupiah. Sementara itu, Barbie berambut panjang terurai hingga kaki yang dirilis tahun 1992 menjadi Barbie dengan seri terlaris.
Barbie dibuat dengan berbagai label, mulai label warna pink untuk Barbie yang dijual dengan harga tidak mahal, warna silver yang diproduksi terbatas kurang dari 50.000 unit di seluruh dunia, warna gold yang diproduksi kurang dari 25.000 unit, platinum label yang diproduksi hanya 1.000 unit, dan black label yang hanya ditujukan untuk kolektor dengan harga fantastis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica