Pencipta Barbie, Jack Ryan dan istrinya Zsa Zsa Gabor.
INDOZONE.ID - Barbie menjadi film yang sangat sukses di box office di seluruh dunia. Film garapan sutradara Greta Gerwig itu telah menghasilkan ratusan juta sejak penayangannya.
Tapi tahukah kamu, siapa sebenarnya pencipta boneka Barbie? Boneka Barbie dirilis oleh Mattel, perusahaan mainan AS pada 1959. Sejak saat itu, Barbie menjadi mainan yang sangat populer dan laris di dunia.
Namun di balik kecantikan boneka Barbie, terdapat kehidupan seram dan nafsu seksual yang mengerikan dari pembuatnya, yaitu Jack Ryan.
Jack Ryan adalah seorang insinyur lulusan Universitas Yale. Jack awalnya merupakan desainer rudal AS. Dia menciptakan misil Sparrow dan Hawk, yang meletakkan dasar bagi sistem misil Patriot.
Setelah berhenti dari pekerjaannya, Jack Ryan kemudian bekerja untuk Mattel. Di sana, dia menjadi wakil presiden penelitian dan desain untuk produsen mainan tersebut.
Baca Juga: Ilmuwan Uji Coba 'Barbie Astronot' untuk Bersihkan Debu Bulan, Seperti Apa Metodenya?
Pada 1956, Jack diminta Handler, pemilik Mattel, untuk membuat boneka Jerman Bild Lili versi Amerika, yang cocok untuk remaja perempuan.
Jack dan Handler sama-sama memiliki ego yang besar. Mereka bahkan berdebat tentang siapa punya peran lebih besar dalam menciptakan Barbie.
Handler mengklaim Barbie dinamai menurut putrinya Barbara. Sedangkan, Jack bersikeras bahwa nama itu berasal dari istri pertamanya, Barbara.
Setelah resmi dirilis, boneka Barbie langsung meledak di pasaran. Di Jepang, boneka Barbie diproduksi hingga 100 ribu dalam seminggu. Lebih dari 1 miliar boneka Barbie terjual pada saat itu.
Jack menjadi sangat kaya, dan menghasilkan lebih dari 1 juta USD setahun (setara dengan sekitar 10 juta USD pada saat ini atau Rp150,4 miliar).
Seiring kesuksesan boneka Barbie, beberapa skandal mengenai Jack Ryan pun bermunculan. Kebanyakan skandal tersebut mengacu pada obesesinya terhadap wanita.
Teman sekaligus mantan kolega Jack menyampaikan bahwa Barbie sebenarnya merupakan 'perempuan fantasi' Jack.
"Saya sering memikirkan ekspresi wajahnya ketika dia menggambarkan kegairahan boneka itu. Ketika dia berbicara tentang Barbie, rasanya seperti mendengarkan seseorang berbicara tentang hal-hal seksual, hampir seperti mendengarkan orang cabul," kata teman dekat Jack, Stephen Gnass.
Dengan kekayaan yang dimilikinya, Jack mengadakan pesta tanpa henti. Dia mengundang 300 hingga 1000 tamu dalam setahun.
Tak hanya itu, Jack juga mengejar banyak wanita yang mirip seperti Barbie. Dia sering melakukan hubungan badan dengan banyak wanita. Padahal saat itu, Jack telah memiliki istri, Barbara, dan dua anak perempuan, Ann dan Diana.
Sampai 1971, Barbara akhirnya menceraikan Jack. Sekitar 4 tahun, Jack kemudian menikah lagi dengan Zsa Zsa Gabor, namun pernikahan mereka kandas dalam setahun.
Istri ketiga Jack adalah mantan sekretarisnya, Linda Henson. Namun, karena obsesi Jack ingin memiliki wanita seperti Barbie, dia pun meminta Henson mengikuti sesi tiga kali seminggu dengan pelatih kebugaran Hollywood untuk mendapatkan kaki jenjang seperti Barbie.
Henson kemudian alami stres berat karena tuntutan serta perselingkuhan yang dilakukan Jack. Henson mulai banyak minum dan mengalami kenaikan berat badan.
Merasa Henson sudah tidak seperti apa yang ia inginkan, Jack pun menceraikannya. Henson yang berusaha kembali dengan Jack alami anoreksia dan meninggal karena serangan jantung di usia 30-an.
Baca Juga: Nama Lengkap Barbie dan Sejarah Boneka Plastik yang Banyak Memicu Kontroversi
Seiring berjalannya waktu, kekayaan Jack menurun drastis, begitu pula dengan kesehatannya. Jack juga diberhentikan dari pekerjaannya karena obsesinya terhadap wanita yang tak kunjung berubah.
Sejak saat itu Jack kacau. Dia mulai banyak minum dan menjadi kecanduan kokain. Anaknya menyebut, Jack sangat paranoid dan gila sehingga dia pernah mengambil senapan dan menyandera anaknya sendiri, Diana.
Pada tahun 1989, Jack menderita stroke yang membuatnya setengah lumpuh dan tidak dapat berbicara.
Dua tahun kemudian, Jack ditemukan bunuh diri, tak lama setelah menonton film dokumenter Barbie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail