Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 19:05 WIB

Jejak Sejarah Tiongkok Kuno dalam Novel Romance of The Three Kingdoms

Author

Luo Guanzhong penulis kisah Romance of the Three Kingdoms 

INDOZONE.ID - Romance of the Three Kingdoms, sebuah novel yang dikaitkan dengan penulis Tiongkok dari Abad ke-14, Luo Guanzhong

Novel ini mencakup lebih dari seratus tahun sejarah Tiongkok, khususnya pada masa Tiga Kerajaan. 

Kisah dalam novel ini menceritakan hari-hari terakhir dari Dinasti Han yang merupakan gabungan antara sejarah serta legenda tradisional kuno. 

Baca juga: Kisah Huangdi Sang Kaisar Kuning: Sosok Legendaris Bapak Peradaban Tiongkok

Alur yang spektakuler dengan karakter pahlawan dan penjahat yang khas, intrik yang kompleks, serta adegan pertempuran yang menakjubkan. 

Romansa Tiga Kerajaan dianggap sebagai salah satu karya sastra yang agung. Novel ini termasuk dalam empat novel klasik sastra Tiongkok, bersanding dengan Perjalanan ke Barat, Margin Air, dan Mimpi Kamar Merah.

Romance of the Three Kingdoms sebuah karya epik yang menggambarkan peristiwa-peristiwa bersejarah di Tiongkok antara tahun 184 hingga 280 M. 

Karakter-karakter utamanya adalah para pemimpin dan penguasa yang diambil dari kisah nyata. 

Baca juga: Ratu Kalinyamat: Srikandi Jepara Abad XVI yang Tangguh dan Visioner

Di awal cerita, tokoh utama adalah Zhang Jue, seorang tabib yang menganut ajaran Tao, yang memimpin Pemberontakan Serban Kuning melawan kaisar Han. 

Pemberontakan ini menjadi awal dari kejatuhan Dinasti Han, salah satu dinasti terpenting dalam sejarah kekaisaran Tiongkok. 

Dong Zhuo, seorang tiran, membunuh kaisar Han yang masih muda dan menempatkan saudara kaisar di atas takhta, menjadikannya sebagai boneka. 

Novel ini juga menggambarkan para prajurit dan pemimpin yang berperan dalam pembentukan Tiga Kerajaan setelah runtuhnya Han. 

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama: Dua Douwes Dekker dalam Linimasa Sejarah Indonesia

Cao Cao merupakan jendral ambisius serta kejam yang digambarkan sebagai penjahat utama di wilayah utara. 

Liu Bei, yang merupakan keturunan kaisar Han namun dibesarkan dalam kemiskinan, digambarkan sebagai sosok yang berbudi pekerti. 

Ia menjadi kaisar dinasti Shu-Han dan berusaha mempertahankan kelangsungan Dinasti Han setelah putra Cao Cao, Cao Pi, merebut tahta dan mendirikan dinasti Wei yang singkat. 

Sun Quan menguasai bagian selatan dan akhirnya menjadi kaisar pertama dinasti Wu, digambarkan sebagai sosok yang terpinggirkan atau bersekutu dengan Cao Cao atau Liu Bei.

Baca juga: Tan Malaka: Bapak Republik yang Menggerakkan Arah Pergerakan Nasional

Di luar para penguasa, Romance of the Three Kingdoms juga dipenuhi dengan berbagai tokoh sejarah lainnya. 

Di antara mereka terdapat Liu Bei dan saudara-saudara sumpahnya, Zhang Fei dan Guan Yu, yang memiliki peran yang sangat penting. 

Setelah meninggal, Guan Yu diangkat menjadi dewa perang Guandi, dan popularitasnya sebagai sosok tersebut sangat terasa dalam novel ini. 

Lady Sun, yang merupakan saudara perempuan Sun Quan, menjadi istri Liu Bei. Para perencana juga memiliki peranan yang krusial dalam cerita ini; mereka terlibat dalam strategi penggulingan tentara dan pemerintahan. 

Baca juga: Menelisik Peradaban Serayu Sebagai Tonggak Jalur Perdagangan Maritim Cilacap

Contohnya, politisi Wang Yun berhasil membuat Dong Zhuo dan putra angkatnya, Lü Bu, saling bermusuhan dengan menjadikan mereka jatuh cinta pada wanita yang sama. 

Salah satu karakter yang paling terkenal dan ikonik dalam Romance of the Three Kingdoms adalah Zhuge Liang, yang berfungsi sebagai penasihat sipil dan militer untuk Liu Bei. 

Dalam novel ini, ia digambarkan memiliki kemampuan magis dan merupakan seorang jenius militer yang selalu selangkah lebih maju dari musuhnya. 

Semua karakter dalam Romance of the Three Kingdoms baik pemeran utama maupun  pendukung, termasuk pemimpin, prajurit, konspirator, dan pengkhianat memiliki peran yang sangat penting dalam narasi kompleks yang disajikan dalam novel ini. 

Meskipun didasarkan pada sejarah Tiongkok, karakter-karakter ini mengikuti kebutuhan alur cerita novel, yang berarti bahwa perilaku mereka kadang-kadang diperbesar, diciptakan, atau dimodifikasi dari kenyataan atau setidaknya, dari kenyataan yang digambarkan oleh para sejarawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britanica.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU