Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 01 APRIL 2025 • 19:25 WIB

Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Sarana Pengangkut Hasil Perkebunan di Deli Abad 19

Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Sarana Pengangkut Hasil Perkebunan di Deli Abad 19Jalur kereta api Trans Siberia. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Pada tahun 1863 seorang pedagang asal Belanda bernama Nienhuys mendarat di Deli, Sumatera Utara. Ia berkunjung ke Deli untuk memulai bisnis tembakau, bisnis yang dijalankan olehnya tidak langsung membawanya menuju kesuksesan.

Beberapa kali ia mengalami kegagalan karena berbagai macam faktor salah satunya ia mengerahkan seluruh pekerjaannya kepada petani Melayu yang ahli dalam budidaya tembakau.

Namun sangat disayangkan para petani kurang kompeten sebab iklim pada saat itu kurang mendukung, akibatnya produktivitas tembakau mengalami penurunan secara kuantitas tidak memenuhi standar pemasaran di pasar Eropa.

Baca Juga: Dijuluki 'Wanita Kera', Inilah Kisah Pilu Nestapa Julia Pastrana yang Dijadikan Pohon Uang Sampai Akhir Hayatnya

Nienhuys memulai cara lain dengan mengerahkan 120 buruh China melalui perdagangan kongsi cara ini cukup berhasil secara kualitas dan kuantitas sangat baik. Pada tahun 1865 sebanyak 189 bal tembakau terjual.

Industri perkebunan di Sumatera Timur mengalami perkembangan yang cukup pesat. Produksi tembakau mengalami peningkatan sepanjang tahun 1880.

Namun yang terjadi akibat dari surplus produksi tembakau sebanyak 25 perusahaan gulung tikar. Para pengusaha swasta mengupayakan untuk mengganti tanaman tembakau dengan komoditas lain seperti: kelapa sawit, teh, karet.

Seiring berjalannya waktu sektor industri membutuhkan sarana transportasi pengangkutan hasil perkebunan, untuk didistribusikan ke beberapa kota seperti halnya pembangunan jalur kereta api.

Baca Juga: Dijuluki 'Wanita Kera', Inilah Kisah Pilu Nestapa Julia Pastrana yang Dijadikan Pohon Uang Sampai Akhir Hayatnya

Pembangunan jalur kereta api di Deli pertama kali diprakarsai oleh J.T. Cremer pada tahun 1881. Kereta api yang dioperasikan untuk mengangkut tembakau dari perkebunan-perkebunan ke pelabuhan yang lebih cepat dan efisien.

Keberadaan jaringan rel kereta api diharapkan pula bisa memudahkan distribusi komoditas-komoditas hasil perkebunan yang diangkut dari perkebunan hingga tiba di pelabuhan untuk selanjutnya dikapalkan.

Pemerintah kolonial Belanda membangun jalur kereta api dari Belawan Medan Deli Tua Timbang Langkat (Binjai) pada tahun 1883. Lima tahun berselang, DSM kemudian bertambah membangun jalur berikutnya ke Serdang - Perbaungan dan Serdang-Hulu.


Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Sarana Pengangkut Hasil Perkebunan di Deli Abad 19Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Sarana Pengangkut Hasil Perkebunan di Deli Abad 19

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!