Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 02 APRIL 2025 • 08:45 WIB

Jalan Raya Pos Daendels Abad ke-19: Jejak 'Berdarah' Kolonial di Jawa

Jalan Raya Pos Daendels Abad ke-19: Jejak Berdarah Kolonial di JawaPekerja jalan raya Anyer-Panarukan gagasan Daendels (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dibangun atas perintah Herman Willem Daendels pada 1808-1811 dan membentang dari Anyer hingga Panarukan.

Jalan ini berperan penting dalam transportasi, ekonomi, dan strategi militer di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jakarta-Bogor.

Tujuan pembangunan jalan ini adalah memperlancar komunikasi antarwilayah serta memperkuat pertahanan dari ancaman Inggris di pesisir utara Jawa.

Daendels menganggap jalan ini sebagai jalur utama untuk pergerakan pasukan dan distribusi hasil bumi ke pelabuhan utama seperti Batavia.

Baca Juga: Daendels Ternyata Beri Upah ke Pekerja Jalan Raya Anyer-Panarukan, Tapi Dikorupsi

Namun, proyek ini membawa dampak negatif bagi masyarakat pribumi yang dipaksa bekerja tanpa upah layak dalam kondisi yang buruk.

Banyak yang meninggal akibat kelelahan dan penyakit, sehingga proyek ini kerap dianggap sebagai bentuk eksploitasi kolonial yang kejam.

Selain mempermudah transportasi, jalan ini juga mendorong perkembangan ekonomi dan sosial di berbagai kota, seperti Bandung dan Bogor. Di Bandung, jalan ini membuka akses perdagangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Eropa.

Sementara itu, di Bogor, keberadaannya mendukung pendirian Kebun Raya Bogor sebagai pusat penelitian botani di Hindia Belanda. Jalan ini juga mempercepat distribusi hasil perkebunan, terutama kopi yang menjadi komoditas utama pada saat itu.

Baca Juga: Sejarah Perkembangan Gaya Arsitektur “Indische Empire” di Hindia Belanda pada Abad 19

Sayangnya, keuntungan dari perdagangan ini lebih banyak dinikmati oleh pemerintah kolonial dan penguasa lokal. Sedangkan rakyat pribumi tetap mengalami penderitaan akibat kerja paksa dan eksploitasi ekonomi.

Jalan Raya Pos menjadi peninggalan sejarah yang memiliki dampak besar. Di satu sisi, jalan ini mendukung perkembangan transportasi dan ekonomi.

Namun, di sisi lain, pembangunannya mencerminkan ketidakadilan kolonial yang mengorbankan banyak nyawa. Hingga kini, jejak sejarah ini masih terasa, baik dalam infrastruktur yang digunakan maupun sebagai pengingat akan eksploitasi di masa lalu.


Jalan Raya Pos Daendels Abad ke-19: Jejak Berdarah Kolonial di JawaBanner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Chronologia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jalan Raya Pos Daendels Abad ke-19: Jejak 'Berdarah' Kolonial di Jawa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!