INDOZONE.ID - Sejarah dunia tidak dikenal yang namanya hitam dan putih saja. Sejarah itu kompleks begitu pula peperangan dan perpolitikan negeri Tiongkok zaman kuno.
Sering kali intrik intrik politik dan strategi kejam berakhir dengan kematian salah seorang tokoh. Salah satu sosok besar yang kalah dalam pergulatan permainan di balik layar ini ialah Yuan Chonghuan.
Yuan Chonghuan dikenal sebagai tokoh penting di akhir Dinasti Ming dan awal Dinasti Qing. Dia dikenang sebagai sosok jenderal tangguh ketika melawan Dinasti Jin (kemudian Qing).
Meski kompetensinya diakui banyak pihak, Yuan pada akhirnya terjebak dalam pusaran intrik politik, persaingan, dan pengkhianatan, yang pada akhirnya berujung tragisnya.
Baca Juga: Sejarah Masuknya Islam ke China dan Peran Tokoh Muslim di Dinasti Ming
Saat masa pemerintahan Kaisar Chongzhen (1627-1644), Ming sedang ada di ambang kehancuran, dan kekaisaran membutuhkan sosok yang mampu memberi mereka kekuatan.
Yuan, lahir di wilayah Guangdong tahun 1584, dia telah menunjukkan bakat militer melalui kemenangan besar dalam Pertempuran Ningyuan dan Ningjin.
Dia mendapat julukan "Dewa Perang" karena mampu menahan invasi dari Jin, tapi kejatuhannya terjadi sebab beragam intrik politik yang begitu kompleks.
Bermacam tuduhan diarahkan seperti “membunuh komandan tanpa izin” dan “menjual beras untuk musuh” yang dilontarkan oleh sisa-sisa kelompok kasim Wei Zhongxian yang semakin menjatuhkan posisinya di mata kekaisaran.
Baca Juga: Ternyata Ada Kisah LGBTQ di Jepang Abad 19: Bentuk Loyalitas Samurai Keshogunan Tokugawa
Pada tahun 1629, gosip-gosip tentang perjanjian rahasia antara Yuan dan Jin meluas setelah Kaisar Chongzhen mendengar kabar bahwa Yuan bisa jadi bersekongkol dengan Jin guna menyerang ibu kota Ming.
Rumor ini memperkuat ketidakpercayaan Chongzhen terhadap Yuan, berujung pada hukuman mati Yuan. Kematiannya bukan sekadar eksekusi biasa namun lebih dari itu.
Yuan berakhir dengan kematiannya dijadikan tontonan publik yang brutal. Masyarakat yang termakan propaganda merobek-robek tubuhnya dan membelinya dari algojo.
Dalam sisi sosial-politik akhir Ming yng penuh guncangan, Yuan juga dicurigai oleh sisa-sisa partai kasim yang memusuhi kaum Donglin yang mendukungnya. Kekaisaran yang dicengkeram kecurigaan membuat Kaisar Chongzhen rentan terhadap manipulasi politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Inf.news