INDOZONE.ID - China, atau Republik Rakyat Tiongkok, terletak di Asia Timur dan berbatasan dengan 14 negara, termasuk Korea Utara, Rusia, dan India.
Di sana, ada sekitar sepuluh suku yang beragama Islam, dan sebagian besar tinggal di wilayah barat laut, seperti Xinjiang dan Ningxia.
Islam pertama kali masuk ke China pada abad ke-7, saat Khalifah Utsman bin Affan memimpin.
Beberapa sejarawan juga menyebutkan bahwa para pedagang dari Kanton memperkenalkan Islam lebih awal, saat Nabi Muhammad masih hidup.
Sejak itu, Islam berkembang melalui berbagai dinasti, mulai dari Dinasti Tang hingga Dinasti Ming.
Baca Juga: Arti Mimpi Menikah Menurut Islam: Kebahagiaan atau Peringatan?
Mengutip jurnal Ibrahim, N. (2016). Islam di Cina (Masa Dinasti Ming 1368-1644 M). Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 4(1), menyebutkan bahwa Islam masuk sekitar tahun 617 M, menjelang akhir Dinasti Sui dan awal Dinasti Tang.
Hubungan perdagangan antara Arab dan China saat itu menjadi jalur utama penyebaran agama. Bahkan, tercatat bahwa duta besar dari Persia datang ke Cina sejak 461 M.
Sejarawan Ibrahim Tien Ying Ma mengemukakan bahwa Sa'ad ibn Lubaid, seorang sahabat Nabi Muhammad, datang ke Cina setelah hijrah ke Ethiopia.
Namun, karena merasa tidak cocok tinggal di Ethiopia, Sa'ad akhirnya berlayar ke Kanton dan mulai menyebarkan Islam pada masa Dinasti Tang (617-907 M).
Baca Juga: Tentara Islam Tak Pakai Baju Besi Lengkap di Perang Salib, Ini Alasannya!
Dinasti Tang dan Peran Para Pedagang Muslim
Perkembangan Islam semakin pesat selama Dinasti Tang. Di masa ini, perdagangan Arab-China meningkat, memungkinkan para pedagang Muslim untuk menetap di berbagai kota besar seperti Kanton.
Kehadiran mereka membuka jalan bagi Islam untuk dikenal lebih luas. Para pedagang Muslim ini kemudian menikah dengan warga lokal, dan membentuk komunitas Muslim yang berkelanjutan di berbagai wilayah China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan