Mantan Gubernur Jenderal VOC, Jeremias van Riemsdijk.
INDOZONE.ID - Nepotisme adalah fenomena yang telah lama ada dalam sejarah, bahkan jauh sebelum istilah tersebut dikenal secara luas.
Pada zaman VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), praktik nepotisme merajalela di Batavia, ibu kota Hindia Belanda.
Keluarga-keluarga elite yang berkuasa memanfaatkan hubungan darah dan relasi sosial untuk mendominasi pemerintahan kolonial. Salah satu contoh nyata dari praktik ini adalah kisah keluarga Van Riemsdijk.
Perusahaan kongsi dagang Belanda, VOC (Istimewa)
Jeremias van Riemsdijk lahir di Utrecht pada 18 Oktober 1712 dan memulai kariernya sebagai sersan di tentara VOC. Pada tahun 1735, setelah menempuh perjalanan laut selama lebih dari enam bulan, Van Riemsdijk tiba di Batavia.
Kariernya berkembang pesat, dari pedagang hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal VOC pada tahun 1775 untuk menggantikan Petrus Albertus van der Parra.
Namun, perjalanan karier Van Riemsdijk tidak semata-mata karena kemampuannya. Hubungan keluarganya dengan para petinggi VOC, termasuk Adriaan Valckenier, paman Van Riemsdijk dan mantan Gubernur Jenderal yang terkenal dengan perannya dalam pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 1740, membantu mempercepat kenaikannya menjadi Gubernur Jenderal VOC.
Pernikahan menjadi hal yang penting untuk mengukuhkan posisi Van Riemsdijk di Batavia. Ia menikah sebanyak lima kali dan setiap pernikahan membawa manfaat politis dan sosial.
Istrinya yang terakhir, Theodora Rotgers, memperluas relasi baru yang memperkuat posisi Van Riemsdijk di puncak kekuasaan VOC.
Dengan koneksi ini, Van Riemsdijk berhasil mengamankan jabatannya dan memperluas pengaruh keluarganya di pemerintahan kolonial.
Lukisan yang mengambarkan sejumlah kapal VOC di perairan Indonesia (dulunya Hindia Belanda).
Keluarga Van Riemsdijk bukanlah satu-satunya yang mempraktikkan nepotisme di Batavia. Keluarga-keluarga elite lainnya seperti Van der Parra, De Klerk, dan Altings juga terlibat dalam jaringan nepotisme yang menjaga kekuasaan dan kekayaan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: HIstoric UK