Bajak laut Tobelo dan Galela. (Facebook/Galela Tobelo Tempo Doeloe)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang senang nonton film bajak laut seperti "Pirates of the Caribbean' atau para kru topi jerami dalam One Piece live action, percayalah bila perairan Indonesia juga pernah dikuasai bajak laut ganas.
Salah satunya bajak laut dari Tobelo dan Galela, di wilayah Maluku Utara. Sepanjang sejarah, mereka dikenal ganas dengan pemimpin bajak laut yang kejam, seperti Pilatu.
Pilatu dan beberapa pemimpin lainnya merupakan bajak laut asli Tobelo dan Galela yang terkenal sadis, membuat pejabat VOC atau Hinda Belanda geram. Bahkan sempat ditentang oleh organisasi anti bajak laut di era 1878.
Berikut ini ada beberapa kisah bajak laut tersebut.
Baca Juga: Ketegasan Bajak Laut Wanita Asal China, Cheng I Sao
Masyarakat Tobelo dan Galela. (Facebook/Galela Tobelo Tempo Doeloe)
Dahulu kala di Pulau Halmahera, khususnya di ujung utara pulau tersebut, terdapat perkampungan nelayan yang menggantungkan kehidupan mereka pada hasil tangkapan ikan di laut.
Dua perkampungan nelayan yang paling dikenal di antara mereka adalah Tobelo dan Galela. Meskipun kedua perkampungan ini memiliki budaya, keyakinan, pemimpin, dan rumah adat yang berbeda, mereka terlihat sebagai satu komunitas yang kuat, meskipun terkadang ada ketegangan antara mereka.
Kedua perkampungan ini memiliki keyakinan bahwa nenek moyang mereka diciptakan oleh Jou Giki Moi. Oleh karena itu, perselisihan yang muncul biasanya segera diselesaikan sesuai dengan adat dan tradisi mereka.
Masyarakat laut Tobelo dan Galela. (Facebook/Galela Tobelo Tempo Doeloe)
Salah satu aspek unik dari komunitas Tobelo dan Galela adalah konsep "Canga," yang mengacu pada wilayah tangkapan ikan masing-masing komunitas nelayan.
Baca Juga: Port Royal, Kota Bajak Laut Yang Hancur Karena Gempa Dahsyat
Artinya, siapa pun yang memasuki wilayah tangkapan ikan "tentorial" milik orang lain akan dikenai sanksi adat berupa "Pemberian ngase/ngasi" kepada pemilik wilayah tangkapan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: