Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 MEI 2026 • 15:26 WIB

Mengenal Immanuel Kant, Filsuf Pencerahan yang Mengubah Pemikiran Barat

Mengenal Immanuel Kant, Filsuf Pencerahan yang Mengubah Pemikiran BaratImmanuel Kant. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Immanuel Kant dikenal sebagai salah satu tokoh yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran Barat. 

Melalui gagasan-gagasannya pada era abad ke-18, ia menghadirkan pandangan filsafat pencerahan yang masih dianggap relevan hingga sekarang. 

Kant lahir di Königsberg, Prusia—wilayah yang kini menjadi Kaliningrad, Rusia, pada 22 April 1724 dan meninggal pada 12 Februari 1804. 

Ia hidup pada masa berkembangnya Filsafat Pencerahan sejak abad ke-17, sebuah periode yang turut membentuk ketertarikannya pada dunia filsafat meski berasal dari lingkungan yang cenderung dogmatis.

Baca juga: Kisah 'Si Pahit Lidah' dan Transformasi Pangeran Sakti dari Sumatera Selatan

Fondasi pemikiran Immanuel Kant sangat dipengaruhi oleh lingkungan masa kecilnya. Keluarganya merupakan penganut Pietisme, sebuah gerakan di dalam Gereja Lutheran Evangelis yang menekankan studi Alkitab secara mandiri ketimbang tunduk pada dogma otoritas gereja.

Namun, Manfred Kuehn dalam karyas tulisnya, Kant: A Biography (2001), memberikan perspektif berbeda. 

Ia berpendapat bahwa meskipun sang ibu adalah sosok yang sangat religius, kedua orang tua Kant sebenarnya tidak menanamkan doktrin Pietisme secara langsung kepadanya. 

Pengaruh terbesar yang diwariskan orang tuanya justru berupa prinsip-prinsip hidup praktis seperti kerja keras, kejujuran, kebersihan, dan kemandirian, yang kemudian diadopsi Kant sebagai pedoman hidup utamanya.

Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan langkah Kant untuk kuliah, meski ia tidak bisa mengandalkan keuangan orang tuanya. 

Sebagai keluarga imigran yang diduga keturunan Skotlandia, kehidupan mereka di Königsberg tergolong pas-pasan, di mana sang ayah menyambung hidup sebagai pembuat pelana dan tali kekang kuda. 

Masa remaja Kant antara usia 8 sampai 15 tahun pun dihabiskan di Collegium Fridericianum, sekolah yang sebetulnya tidak ia sukai. Namun, bakat akademisnya yang menonjol di sekolah tersebut tidak bisa disembunyikan. 

Keunggulan intelektual inilah yang membukakan jalan baginya untuk kuliah di Universitas Königsberg demi mempelajari teologi, berkat sokongan dana dari seorang pendeta.

Setelah lulus pada 1746, Kant bekerja sebagai guru privat. Kegiatannya mencari uang ini juga didorong karena ayahnya wafat. Oleh karena itu ia mencari nafkah untuk keluarganya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Economic Times

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Immanuel Kant, Filsuf Pencerahan yang Mengubah Pemikiran Barat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!