Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 10:38 WIB

Makna Nama-Nama Hari dalam Kalender Jawa, Ternyata Ada Filosofi Mendalam di Baliknya!

Makna Nama-Nama Hari dalam Kalender Jawa, Ternyata Ada Filosofi Mendalam di Baliknya!Ilustrasi. Makna Nama-Nama Hari dalam Kalender Jawa (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Kalender Jawa merupakan salah satu sistem penanggalan tradisional yang masih eksis dan memegang peranan penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Berbeda dengan kalender Masehi yang murni berfungsi sebagai penunjuk waktu, penanggalan Jawa sarat akan nilai filosofis, spiritual, dan pedoman hidup.

Sistem penanggalan yang akrab dengan istilah hari pasaran seperti Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage ini tidak muncul begitu saja. Masing-masing nama hari tersebut menyimpan makna tersembunyi yang merepresentasikan pergerakan alam semesta.

Bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam tentang warisan budaya Nusantara ini, berikut adalah ulasan lengkap mengenai makna nama-nama hari dalam Kalender Jawa.

Baca juga: Kalender Jawa: Sejarah, Asal-Usul, dan Cara Membacanya Lengkap

Sejarah Singkat Kalender Sultan Agungan

Sebelum masuk ke makna nama hari, penting untuk mengetahui asal-usul kalender ini. Kalender Jawa yang kita kenal sekarang sering juga disebut sebagai Kalender Sultan Agungan. Sistem ini diciptakan dan diresmikan pada masa pemerintahan Raja ke-3 Kesultanan Mataram Islam, yakni Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613–1645).

Pada masa pra-Islam, masyarakat Jawa kuno sebenarnya memiliki sistem pekan yang sangat beragam, mulai dari siklus dua hari (dwiwara) hingga sepuluh hari (sangawara). Namun, seiring berjalannya waktu dan akulturasi budaya, siklus yang paling bertahan dan dominan digunakan hingga detik ini adalah Saptawara (siklus 7 hari) dan Pancawara (siklus 5 hari atau pasaran).

Makna Hari Mingguan (Saptawara)

Saptawara atau padinan adalah siklus pekan yang terdiri dari tujuh hari, sama seperti kalender Masehi (Senin hingga Minggu). Namun, penamaan dalam bahasa Jawa ini didasarkan pada solah atau gerakan/tingkah laku Bulan terhadap Bumi.

Setiap hari melambangkan posisi pergerakan dan filosofi kehidupan yang berbeda. Berikut adalah daftar nama hari Saptawara beserta maknanya:

Nama Masehi Nama Jawa (Saptawara) Makna / Filosofi Gerak Penjelasan Makna
Minggu Radite (Ngahad) Meneng (Diam) Melambangkan diam atau ketenangan (uriping jagad / kehidupan semesta).
Senin Soma (Senen) Maju Melambangkan pergerakan yang melangkah maju ke depan.
Selasa Hanggara (Selasa) Mundur Melambangkan pergerakan yang mundur atau menarik diri.
Rabu Buda (Rebo) Mangiwa (Ke Kiri) Melambangkan pergerakan ke arah kiri (uriping roh / kehidupan roh).
Kamis Respati (Kemis) Manengen (Ke Kanan) Melambangkan pergerakan ke arah kanan (purbaning roh).
Jumat Sukra (Jemuwah) Munggah (Ke Atas) Melambangkan pergerakan yang naik atau menuju ke atas.
Sabtu Tumpak (Setu) Tumurun (Ke Bawah) Melambangkan pergerakan yang turun ke bawah.

Makna Hari Pasaran (Pancawara)

Selain siklus tujuh hari, pilar utama dari Kalender Jawa adalah Pancawara atau yang lebih akrab disebut siklus Pasaran. Nama ini sangat melekat di masyarakat, bahkan banyak pasar tradisional di Indonesia yang penamaannya menggunakan siklus ini (misal: Pasar Kliwon, Pasar Legi).

Jika Saptawara didasarkan pada pergerakan Bulan, maka Pancawara didasarkan pada posisi patrap atau sikap dari Bulan tersebut.

Berikut adalah makna kelima hari pasaran dalam Kalender Jawa:

Hari Pasaran Nama Lain Makna Patrap (Sikap) Filosofi & Asosiasi
Legi Manis Mungkur (Berbalik arah) Menggambarkan nuansa manis, kedamaian, dan membelakangi/berbalik ke belakang.
Pahing Jenar Madep (Menghadap) Melambangkan sikap menghadap ke depan. Sering dihubungkan dengan elemen warna kuning.
Pon Palguna Sare (Tidur) Melambangkan sikap beristirahat atau tidur. Dikaitkan dengan arah barat.
Wage Cemengan Lenggah (Duduk) Melambangkan sikap duduk yang tenang. Identik dengan warna hitam (cemeng).
Kliwon Kasih Jumeneng (Berdiri) Melambangkan sikap berdiri tegak dan erat kaitannya dengan sifat kasih sayang.

Baca juga: Cara Menghitung Neptu Tertinggi di Kalender Jawa April 2026 dan Terendah Beserta Maknanya

Siklus Enam Hari (Sadwara / Paringkelan)

Meski Saptawara dan Pancawara adalah yang paling populer, Kalender Jawa juga masih mencatat siklus enam hari yang disebut Sadwara atau Paringkelan.

Siklus ini terdiri dari hari:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Makna Nama-Nama Hari dalam Kalender Jawa, Ternyata Ada Filosofi Mendalam di Baliknya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!