Ilustrasi salat Idul Fitri atau salat Id (Dok. Kemenag)
INDOZONE.ID - Berhias dan memakai wangi-wangian sebelum salat Id bukan sekadar kebiasaan turun-temurun.
Dalam Islam, ini adalah kesunnahan yang punya landasan hadis kuat, bukan tentang tampil mewah, tapi soal menghormati hari raya dengan penampilan terbaik yang kamu punya.
Setiap Idulfitri dan Idul Adha, Nabi Muhammad SAW punya kebiasaan yang konsisten.
Rasulullah selalu mengenakan pakaian terbaik sebelum menuju lapangan Id, bukan karena gengsi, tapi karena memang begitu tuntunannya.
Hal ini tercatat dalam kitab al-Musnad karya Imam asy-Syafi'i.
"Dari Ja'far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi SAW selalu memakai wool (burdah) bercorak [buatan Yaman] pada setiap Id," bunyi HR. asy-Syafi'i, No. 441 dikutip dari laman Muhammadiyah, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Pantangan Nyepi yang Wajib Diketahui: Termasuk Sejarahnya
Baca juga: Kenapa Lebaran Identik dengan Ketupat? Ternyata Ada Jejak Sunan Kalijaga di Baliknya
Pakaian yang disebut burdah hibarah itu adalah kain bergaris khas Yaman, bukan barang murah di zamannya.
Konteksnya juga bukan pamer, namun soal penghormatan.
Perintah berhias buat salat Id ternyata datang bersamaan dengan anjuran memakai wewangian dan menampilkan sikap tenang.
Al-Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW, meriwayatkan kisah ini dan Tercatat dalam at-Talkhish karya Ibnu Hajar).
"Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada, dan menyembelih binatang korban tergemuk yang ada, dan supaya kami menampakkan keagungan Allah, ketenangan, dan kekhidmatan," isi riwayat tersebut.
Salah paham yang sering muncul adalah anjuran memakai pakaian terbaik dianggap sebagai keharusan beli baju baru tiap Lebaran. Padahal bukan itu poinnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muhammadiyah