INDOZONE.ID - Pelangi sering dikenal sebagai lengkungan berwarna-warni yang muncul setelah hujan, yang ternyata memiliki jnis-jenis pelanginya tersendiri.
Ia terbentuk dari interaksi cahaya matahari dengan tetesan air di atmosfer melalui proses pembiasan, pemantulan, dan pemecahan cahaya menjadi berbagai warna.
Fenomena ini berkaitan erat dengan konsep Dispersi Cahaya, yaitu peristiwa ketika cahaya putih terurai menjadi spektrum warna karena perbedaan panjang gelombang.
Berikut ini ada beberapa jenis-jenis pelangi yang dikutip dari beberapa referensinya, seperti NASA dan weather.metoffice.gov.uk.
Baca juga: Iris, Dewi Pelangi yang Menjadi Pelayan Pribadi Ratu Para Dewa
Pelangi primer adalah jenis pelangi yang paling umum terlihat oleh manusia. Pelangi ini muncul sebagai busur dengan warna yang tersusun dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam.
Proses terbentuknya terjadi ketika cahaya matahari masuk ke dalam tetesan air, kemudian dipantulkan satu kali di dalamnya sebelum keluar kembali.
Hasilnya adalah spektrum warna yang terang dan jelas. Karena intensitas cahayanya cukup tinggi, pelangi jenis ini mudah diamati setelah hujan ketika matahari mulai bersinar.
Pelangi ganda merupakan fenomena ketika pelangi kedua muncul di luar pelangi utama.
Pelangi ini biasanya tampak lebih redup dan memiliki urutan warna yang terbalik, dengan ungu di bagian luar dan merah di bagian dalam. Hal ini terjadi karena cahaya mengalami dua kali pemantulan di dalam tetesan air sebelum keluar.
Baca juga: Viral Semburan Air Setinggi Belasan Meter yang Disertai Munculnya Pelangi di Madura
Proses tambahan ini menyebabkan sebagian energi cahaya hilang, sehingga pelangi kedua terlihat lebih samar. Fenomena Pelangi Ganda ini menunjukkan bagaimana perubahan kecil dalam jalur cahaya dapat menghasilkan variasi visual yang signifikan.
Pelangi merah biasanya muncul saat matahari berada sangat rendah di cakrawala, seperti saat matahari terbit atau terbenam.
Pada kondisi ini, cahaya matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, sehingga warna-warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan hijau tersebar lebih dahulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA, Weather.metoffice.gov.uk.