Ilustrasi Arti Pamali. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu dilarang orang tua melakukan sesuatu dengan alasan simpel tapi bikin mikir, “Pamali!”?
Duduk di depan pintu dibilang pamali, keluar rumah magrib-magrib pamali, bahkan bersiul malam hari juga sering kena cap pamali.
Meski terdengar kuno, kata pamali masih hidup dan dipakai sampai sekarang, bahkan di kalangan anak muda.
Tapi sebenarnya, apa sih arti pamali itu? Apakah cuma mitos yang diwariskan turun-temurun, atau justru punya makna yang lebih dalam dan masuk akal?
Yuk, simak arti pamali dilansir dari YouTube/TheKataKata selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Gunung Slamet: Larangan Jimat Keramat di Jalur Pendakian
Kata pamali berasal dari bahasa Sunda yang secara sederhana berarti larangan. Dalam kehidupan sehari-hari, pamali dipakai untuk menyebut sesuatu yang tidak boleh dilakukan.
Hal itu lantaran dianggap tidak pantas, tidak sopan, atau bisa membawa dampak buruk.
Biasanya, larangan ini tidak dijelaskan secara detail alasannya. Cukup dengan satu kata sakti yaitu pamali.
Pamali sudah lama jadi bagian dari budaya lisan masyarakat, khususnya di wilayah Sunda. Tapi, konsepnya juga dikenal luas di daerah lain dengan istilah berbeda.
Seiring waktu, pamali menjadi semacam “alarm budaya” yang mengingatkan seseorang agar tidak bertindak sembarangan.
Kalau ditarik ke belakang, pamali sering muncul dari nasihat orang tua atau leluhur. Dulu, tidak semua hal bisa dijelaskan secara ilmiah atau panjang lebar seperti sekarang.
Jadi, agar anak-anak nurut dan tidak membahayakan diri sendiri, orang tua memilih cara paling efektif dengan melarang dengan tegas lewat kata pamali.
Misalnya, anak-anak dilarang bermain ke sungai saat senja. Alih-alih menjelaskan soal risiko tenggelam atau perubahan arus air, orang tua cukup bilang, “Pamali, nanti ada yang ngikutin.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube