Arsip Dokumentasi Berdirinya THHK (Sumber: Pantura Talk.com)
INDOZONE.ID - Kalau bicara soal pendidikan modern di Indonesia, nama-nama seperti Ki Hadjar Dewantara sering muncul. Tapi tahukah kamu, jauh sebelum itu, ada satu organisasi yang jarang dibahas di buku pelajaran, padahal pengaruhnya besar banget? Namanya Tiong Hoa Hwee Koan (THHK), salah satu organisasi di zaman Hindia Belanda yang berperan penting dalam bidang pendidikan pada masanya.
THHK lahir di Batavia pada tahun 1900, di tengah kondisi pendidikan yang timpang di era Hindia Belanda. Saat itu, akses sekolah lebih banyak dinikmati orang Eropa, sementara masyarakat Tionghoa dan pribumi harus puas dengan pilihan yang sangat terbatas. Alih-alih pasrah, komunitas Tionghoa justru bergerak. Mereka membentuk THHK, yang awalnya fokus pada kegiatan sosial dan budaya, tetapi kemudian menjadikan pendidikan sebagai senjata utama perubahan.
Baca juga: Mengenal Tiong Hoa Hwee Koan, Organisasi Keturunan Tionghoa Pertama di Indonesia
Setahun setelah berdiri, THHK mendirikan sekolah modern dengan sistem yang jauh lebih maju dari zamannya. Di sekolah ini, murid tidak cuma diajari membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis, memahami ilmu pengetahuan umum, belajar sejarah, geografi, bahkan bahasa asing. Yang menarik, pendidikan moral dan nilai budaya tetap dijaga. Jadi, bukan cuma pintar, tetapi juga berkarakter.
Sekolah-sekolah THHK berkembang pesat dan menyebar ke berbagai kota besar seperti Semarang, Surabaya, hingga Bandung. Pendidikan yang mereka tawarkan relatif terjangkau dan terbuka untuk berbagai lapisan masyarakat Tionghoa. Dampaknya nyata: lahir generasi terdidik yang lebih sadar akan identitas, solidaritas sosial, dan pentingnya peran pendidikan untuk masa depan.
Foto Tiong Hoa Hwee Koan 1908. (Sumber: KITLV)
Kesuksesan THHK bahkan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa “tertantang”. Mereka kemudian mendirikan sekolah tandingan khusus untuk etnis Tionghoa. Hal ini menjadi bukti bahwa gerakan pendidikan yang dibangun THHK memiliki pengaruh besar, bukan hanya secara sosial, tetapi juga politis.
Lebih dari sekadar organisasi pendidikan, THHK bisa dibilang sebagai pelopor perubahan sosial. Cara mereka mengelola organisasi yang rapi, visi yang jelas, dan fokus pada pendidikan modern menginspirasi lahirnya organisasi-organisasi lain di Hindia Belanda. Nilai-nilai yang mereka bawa, kemandirian, solidaritas, dan akses pendidikan yang adil masih relevan hingga sekarang.
Baca juga: Putri Mardika: Organisasi Perempuan Pertama di Indonesia
Di tengah era digital dan tren pendidikan modern saat ini, kisah THHK menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil dan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Organisasi ini mungkin jarang dikenal, tetapi jejaknya nyata dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Sudah saatnya generasi muda mengenal kisah ini, karena terdapat banyak pesan moral yang dapat dipetik dan direnungkan, serta menyadarkan kita bahwa perubahan masa depan selalu punya akar di masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Sejarah Kebudayaan