Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia: Simak Kisah Di Balik Penetapannya
INDOZONE.ID - Ki Hajar Dewantara, sosok yang dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, memiliki kisah hidup yang menginspirasi.
Sebelum menjadi pionir dalam pendidikan, dia mengawali perjalanan sebagai seorang aktivis, pejuang, dan wartawan yang tajam dalam mengkritik penjajah.
Namun, langkah-langkahnya yang penuh perjuangan membawa kita pada perjalanan yang luar biasa, di mana dia menjadi tokoh sentral dalam pembentukan filosofi pendidikan kita.=
Sebagai Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara lahir dalam keluarga bangsawan.
Namun, kehidupan awalnya tidak mudah, dengan kesehatan yang rapuh dan kegagalan dalam menyelesaikan pendidikan dokter.
Baca Juga: 8 Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional dengan 3 Semboyannya
Meskipun begitu, kegagalan ini menjadi awal dari perjalanan baru, di mana dia menemukan kekuatan baru dalam tulisan dan kritiknya terhadap ketidakadilan.
Bersama dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya, seperti dr. Tjipto dan Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara menjadi bagian dari gerakan untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
Namun, kritik tajamnya terhadap penjajah Belanda membuatnya diasingkan ke negeri Belanda. Meskipun diasingkan, semangat perjuangannya tetap berkobar.
Di tengah pengasingan, Ki Hajar Dewantara justru menemukan pencerahan tentang pentingnya pendidikan.
Gagasan-gagasan besar dari tokoh-tokoh terkemuka yang ditemuinya membawanya pada kesadaran akan peran penting pendidikan dalam memerdekakan bangsa.
Setelah kembali ke tanah air, Ki Hajar Dewantara tidak menyia-nyiakan waktu.
Ia segera mendirikan Taman Siswa, sebuah sekolah yang menjadi simbol perjuangan untuk memperkuat rakyat dengan senjata terhebat, yaitu pendidikan.
Dengan tindakan ini, dia meninggalkan jubah kebangsawanan dan menggantinya dengan panggilan yang setara, Ki Hajar Dewantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube @Kok Bisa?