Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 16:42 WIB

Henry Howard Holmes: Serial Killer yang Menginspirasi Game The Devil in Me

Henry Howard Holmes: Serial Killer yang Menginspirasi Game The Devil in MeHenry Howard Holmes Serial Killer yang Menginspirasi Game The Devil in Me (britannica.com/steam)

INDOZONE.ID - Henry Howard Holmes, yang lahir dengan nama Herman Webster Mudgett, dikenal sebagai salah satu serial killer pertama di Amerika. Ia terkenal karena rumahnya yang terkenal dengan sebutan “The Castle” yang terletak di Chicago. 

Kastil ini memiliki lorong-lorong tersembunyi dan ruangan-ruangan yang sengaja dirancang untuk penyiksaan dan pembunuhan.

Keunikan dan kengerian rumah ini menginspirasi game The Devil in Me, yang mengangkat plot dan latar belakang rumah Henry Howard Holmes. Dalam game tersebut, rumahnya digambarkan sebagai bangunan penuh jebakan mematikan.

Baca juga: Suami di Jepang Rela Bayar Apartemen yang Jadi TKP Pembunuhan Istrinya Selama 26 Tahun hingga Terungkap

"The Castle" ini memiliki lantai atas yang berisi berbagai kamar penyiksaan rumit, sementara di ruang bawah tanah, Henry membedah dan mengupas daging korban menggunakan asam yang kuat sebelum membakar mayat korban di krematorium yang disamarkan sebagai tungku minyak.

Setahun setelah kastil selesai dibangun, World’s Fair dibuka di Chicago. Henry, yang lahir di Gilmanton, New Hampshire, memanfaatkan lonjakan jumlah turis dengan mengiklankan penginapan dan lowongan pekerjaan sebagai jebakan untuk menarik korban ke kastilnya.

Ramainya pengunjung dari luar kota memberinya pasokan korban yang stabil. Setelah pameran selesai, Henry bersama rekan dekatnya, Benjamin Pitezel, meninggalkan Chicago untuk melakukan penipuan asuransi di berbagai wilayah.

Baca juga: Strategi Sun Yat-sen Menggulingkan Kekaisaran Tiongkok: Dari Anti-Manchu ke Tiga Prinsip Rakyat

Henry tidak didakwa karena kasus kastilnya, melainkan karena motif finansial yang berujung pada penghilangan nyawa demi klaim asuransi.

Pada 1894, ia ditangkap karena mencoba menipu sebuah apotek di St. Louis. Saat di penjara, ia bertemu dengan kriminal lain, Marion Hedgepeth, dan mereka merencanakan penipuan asuransi dengan memalsukan kematian Benjamin Pitezel, teman dekat Henry sendiri.

Namun, Henry memutuskan bahwa lebih mudah untuk membunuh Benjamin dan keluarganya, sekaligus menyingkirkan rekannya.

Baca juga: Weton Wage: Tetap Tersenyum Meski Terluka dan Doanya Mampu Getarkan Langit

Keputusan ini menghasilkan pembayaran asuransi jiwa senilai $10.000. Ketika Marion Hedgepeth mengetahui kematian Pitezel, ia marah dan melaporkan Henry kepada pihak berwenang, memaksa Henry melarikan diri.

Pada November 1894, Henry akhirnya ditangkap oleh Pinkerton Detective Agency di Boston, Massachusetts. Ia didakwa dengan Konspirasi untuk Menipu dan Menyelewengkan Fidelity Mutual Life Insurance Company, dan dikirim ke Moyamensing Prison di Philadelphia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica, Ebsco.com, Digitalcommons.csp.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Henry Howard Holmes: Serial Killer yang Menginspirasi Game The Devil in Me

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!