Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 MEI 2025 • 18:07 WIB

Jejak Pendidikan di Indonesia pada Masa Hindu-Buddha

INDOZONE.ID - Masa Hindu-Buddha di Nusantara berlangsung dari sekitar abad ke-4 hingga abad ke-15 Masehi, dipengaruhi oleh interaksi perdagangan antara Indonesia dan India. 

Seiring dengan berkembangnya kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Majapahit, pendidikan pun mengalami perkembangan pesat, terutama dalam lingkungan istana dan keagamaan.

Jejak Pendidikan di Indonesia pada Masa Hindu-BuddhaSimbol bangunan zaman hindu-buddha/Leiden University Libraries Digital Collections

Pada masa Hindu-Budha, pendidikan tidak bersifat terbuka untuk semua rakyat tetapi lebih ditujukan untuk kelompok elite seperti bangsawan, biksu, dan pendeta. Beberapa bentuk lembaga pendidikan yang berkembang antara lain:

Mandala merupakan lembaga pendidikan agama Buddha yang menjadi pusat pembelajaran filsafat, agama, dan sastra. Sriwijaya terkenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha, dengan biksu dari berbagai negara seperti India dan Tiongkok datang untuk belajar. Bukti tertulis menunjukkan bahwa Atisha, seorang cendekiawan dari Tibet, pernah belajar di Sriwijaya pada abad ke-11.

Lalu berikutnya ada Pasraman, lembaga pendidikan Hindu yang berbasis di pertapaan atau asrama. Guru utama dalam pasraman adalah seorang resi, yang mengajarkan kitab-kitab Veda, bahasa Sanskerta, serta ilmu pemerintahan.

Baca Juga: Jejak Awal Pendidikan Formal di Nusantara: Dari Portugis ke VOC

Selain itu, Istana pasti menjadi pusat pendidikan untuk kaum bangsawan dan calon pemimpin kerajaan. Para pangeran dan bangsawan belajar strategi pemerintahan, diplomasi, ekonomi, agama, dan semimiliter.

Biasanya proses pembelajaran pada masa tersebut dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dimana murid dapat melihat langsung contoh-contoh dari guru. Guru dan murid hidup secara bersama-sama agar intensitas dan kualitas pendidikan yang diberikan dapat dipraktikan.

Pendidikan pada masa Hindu-Budha berbasis oral dan hafalan, dengan materi yang diajarkan seperti Sastra dan Bahasa tentang pembacaan, penulisan misalnya dalam bahasa sanskerta. Lalu, diajarkan Agama dan Filsafat yang bersumber dari ajaran Hindu-Budha secara mendalam agar dapat diterapkan dalam kehidupan.

Kehidupan sehari-hari para elite atau bangsawan biasanya memahami pentingnya ajaran dari Astronomi dan Ilmu Pengetahuan yang dapat digunakan dalam pemerintahan. 

Baca Juga: Jejak Sejarah Para Biarawati Ursulin di Batavia di Abad 19: Cahaya Pendidikan Bagi Perempuan

Selain itu, para elite serta bangsawan wajib menerima ajaran Seni dan Budaya, agar mereka mengerti mengenai kebudayaan asalnya, dan mampu melestarikannya agar terus menjadi simbol kemegahan.

Pendidikan tersebut sangat berkontribusi pada perkembangan budaya serta ilmu pengetahuan. Namun jika melihat dalam perspektif masa kini, ada kekurangan dari sistem pendidikan masa Hindu-Budha dalam menciptakan masyarakat intelektual yang terdidik. Karena pendidikan bersifat eksklusif dan belum menyentuh masyarakat luas. 



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Perpusnas.go.id

BERITA TERBARU

Jejak Pendidikan di Indonesia pada Masa Hindu-Buddha

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!