Ilustrasi london beer flood (youtube @thewhitelightmedia)
INDOZONE.ID - Pada awal abad ke-19 di London, ada sebuah pabrik pembuatan bir bernama Horse Shoe Brewery, yang terletak di persimpangan jalan Tottenham Court dan Oxford Street.
Sesuai namanya, bentuk bangunan pabrik ini menyerupai tapal Kuda.
Meski pabrik ini sudah didirikan sejak tahun 1764, catatan sejarah menyebutkan bahwa Thomas Fassett menjadi pemilik pabrik ini sejak tahun 1785.
Di tangan Thomas, Ia menjadikan pabrik bir tersebut sebagai penghasil bir terbesar ke-11 di London dengan memproduksi 40.279 barel per tahun.
Masuk ke tahun 1792, pabrik ini berganti kepemimpinan dengan John Stephenson sebagai pemimpin barunya.
Baca juga: Sejarah Kelam Sampit: Konflik Berdarah antara Suku Dayak dan Madura
John adalah salah satu anak anggota Parlemen Inggris bernama John Stephenson Sr.
Tapi, John wafat 2 tahun setelah menjabat sebagai pemilik Horse Shoe Brewery dan digantikan oleh Edward Biley.
Edward sukses membawa Horse Shoe Brewery ke masa keemasannya dengan menggandeng John Blackburn dan Edward Gale Bolero sebagai mitra usahanya.
Selanjutnya, nama Horse Shoe Brewery kian melejit usai diestafetkan kepemilikannya kepada Sir Henry Meux pada tahun 1809.
Di sinilah nama pabrik tersebut diganti menjadi Meux & Co's Horse Shoe Brewery.
Baca juga: Dari Sumatra ke Dunia: Awal Mula Shell dan Peran Aeilko Jans Zijlker
Pabrik bir yang awalnya menduduki peringkat 11 di London, kini naik ke posisi ke-6 dengan produksi per tahunnya mencapai angka 103.502 barel.
Ini terjadi di tahun 1811. Sekitar tahun 1813, Meux & Co's menjalin mitra dagang dengan pabrik lainnya yang bernama Clowes & Co, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu pabrik bir terbesar di London.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber