Aeilko Jans Zijlker (sumber: X/@sneuperdokkum)
INDOZONE.ID - Siapa yang tidak mengenal Shell, perusahaan minyak raksasa dengan logo kerang ikonik? Namun, tak banyak yang tahu bahwa kisah besarnya justru dimulai dari sebuah ladang minyak di Sumatra, dan pendirinya adalah seorang Belanda bernama Aeilko Jans Zijlker.
Aeilko Jans Zijlker, seorang ahli perkebunan tembakau, dikenal sebagai penemu sumur minyak bumi pertama di Indonesia. Pada tahun 1880, saat memeriksa area perkebu
Baca juga: Lebih Murah dari Air, Fakta Venezuela Negara Miskin Banderol Harga BBM Termurah di Dunia
nan di Langkat, Sumatera Utara, ia menemukan genangan air berlapis minyak di Desa Telaga Said. Setelah membawa sampel ke Batavia, hasil analisis menunjukkan kadar minyak mencapai 59 persen.
Tiga tahun kemudian, pada 1883, Zijlker mendapat konsesi seluas 3,5 km² dari Sultan Langkat dan memulai pengeboran. Tepat pada 15 Juni 1885, ia berhasil memproduksi 200 liter minyak per hari, tonggak bersejarah yang menandai lahirnya industri minyak bumi di Indonesia. Ia lalu mendirikan Sumatra Petroleum Maatschappij (SPM), yang pada tahun 1890 bergabung dengan Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), cikal bakal Royal Dutch Shell.
Shell. (sumber: X/@adjectivenoun)
Tak hanya fokus pada bisnis, Zijlker juga berperan besar dalam membangun infrastruktur lokal: jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, hingga masjid. Ia menjaga hubungan erat dengan Sultan Langkat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, ia meninggal dunia pada 1890 karena malaria dan dimakamkan di Pangkalan Brandan.
Baca juga: Sejarah Demo Kenaikan BBM di Indonesia, Langkah Masyarakat Supaya Didengar oleh Pemerintah
Meski tak sempat menyaksikan kesuksesan penuh perusahaannya, jejak Zijlker tetap hidup. Setelah kepergiannya, usahanya terus berkembang dan pada 1907, perusahaannya bergabung dengan Shell Transport and Trading Company dari Inggris, membentuk Royal Dutch Shell. Gabungan inilah yang melahirkan Shell Group of Companies, salah satu raksasa energi dunia hingga kini.
Zijlker diakui sebagai pelopor industri minyak Indonesia, membuka jalan bagi hadirnya perusahaan minyak asing, dan mengawali era eksploitasi minyak bumi yang mengubah sejarah energi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Shell.co.id