Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 13:23 WIB

Sejarah Kelam Sampit: Konflik Berdarah antara Suku Dayak dan Madura


Sejarah Kelam Sampit: Konflik Berdarah antara Suku Dayak dan MaduraIlustrasi foto Tragedi Sampit. (Foto dibuat menggunakan Gemini AI)\

INDOZONE.ID - Peristiwa kelam yang terjadi di tahun 2001 akan menjadi sejarah terpenting di Indonesia, khususnya untuk Kota Sampit di Pulau Kalimantan.

Pada tahun itu, konflik bersenjata pecah antara Suku Dayak dan Madura, yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Sampit.

Sebelum tragedi berdarah itu pecah, pertengkaran antara kedua suku sebenarnya telah terjadi sejak lama.

Konflik antara Suku Dayak dan Madura itulah yang pada akhirnya memunculkan gelombang kekerasan yang melekat ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Kota Sampit.

Baca juga: Carok: Tradisi Madura yang Taruhannya Harga Diri dan Nyawa

Konflik antara Suku Dayak dan Madura memicu gelombang kekerasan yang meluas, berdampak pada berbagai aspek kehidupan warga Kota Sampit.

Latar Belakang Perseteruan Sampit

Tragedi Sampit memiliki akar sejarah panjang dari ketegangan dan konflik antara Suku Dayak dan Madura, dengan tanda-tanda ketidakharmonisan yang mulai terlihat sejak 1972.

Ketidakharmonisan tersebut kemudian menciptakan perasaan ketidakpuasan serta dendam yang tumbuh seiring waktu di antara suku Dayak dan Madura. 

Latar belakang konflik ini mencakup laporan tindakan brutal yang dilakukan warga Madura terhadap suku Dayak, termasuk kasus pemerkosaan seorang gadis Dayak oleh warga Madura di Palangka Raya pada 1972.

Kejadian ini pun menimbulkan dendam yang mendalam bagi suku Dayak terhadap masyarakat suku Madura yang tinggal di Kalimantan.

Kemudian pada 1982, kasus pembunuhan oleh warga Madura yang tidak terselesaikan secara memuaskan memperdalam luka emosional bagi Suku Dayak.

Kasus-kasus kekerasan itu memicu perasaan ketidakpuasan yang berkepanjangan, yang kemudian berkembang menjadi dendam dan permusuhan antara kedua kelompok.

Selain itu, pemicu perseteruan Sampit juga berasal dari persaingan yang semakin sering antara warga Madura dan Suku Dayak di kota tersebut.

Suku Dayak merasa eksistensinya terancam ketika Suku Madura semakin menguasai berbagai aspek kehidupan di Kota Sampit, terutama setelah adanya peraturan yang memberi kontrol kepada warga Madura atas sektor industri komersial di provinsi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @jurnal.mistis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Kelam Sampit: Konflik Berdarah antara Suku Dayak dan Madura

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!