Siti Walidah (suaramuhammadiyah.id)
INDOZONE.ID - Siti Walidah, sosok perempuan inspiratif dari Yogyakarta, dilahirkan ke dalam keluarga ulama pada tahun 1872. Ia tak lain merupakan istri Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
Sebagai putri seorang penghulu, Siti Walidah tumbuh di lingkungan yang kental dengan nilai-nilai agama. Meskipun demikian, Siti Walidah tidak hanya terbatas pada pembelajaran agama.
Ia juga memiliki ketertarikan yang besar pada pendidikan umum, meskipun pada masanya, perempuan dianggap tidak perlu sekolah formal.
Pandangan masyarakat saat itu yang membatasi pendidikan hanya untuk laki-laki sangat bertentangan dengan pemikiran Siti Walidah.
Baca juga: Kiprah NU di Masa Penjajahan: Dari Politik Non-Kooperatif hingga Pendidikan Melawan Belanda
Baginya, setiap individu, termasuk perempuan, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memajukan diri dan masyarakat.
Kegelisahan Siti Walidah terhadap kondisi sosial masyarakat pada masa penjajahan Belanda semakin menguat.
Ia melihat banyak ketidakadilan yang dialami oleh rakyat, terutama perempuan.
Siti Walidah kemudian mencurahkan seluruh perhatiannya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Awal Mula Konflik India–Pakistan, Berebut Wilayah Kashmir Sejak 1947!
Beberapa isu utama yang menjadi perhatian Siti Walidah antara lain:
Baca juga: Petisi Sutardjo: Harapan yang Ditolak, Namun Menginspirasi Gerakan Nasional
Melalui Aisyiyah, Siti Walidah berhasil menginspirasi banyak perempuan untuk berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Semangat juang Siti Walidah dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan memajukan pendidikan menjadikannya seorang tokoh yang sangat dihormati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku Siti Walidah: Ibu Bangsa Indonesia