Ilutrasi cultured meat (freepik).
INDOZONE.ID - Perubahan iklim yang ekstrem telah mendorong ketahanan pangan menjadi isu penting.
Berdasarkan perkiraan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050.
Banyaknya populasi manusia tentu berarti produksi pangan harus meningkat drastis untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.
Baca juga: Hewan-Hewan Kanibal di Alam Liar yang Jarang Diketahui
Dengan besarnya pertumbuhan populasi global, memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan kini menjadi sangat penting.
Selain pertumbuhan populasi global, masalah perubahan iklim juga menjadi sorotan penting dalam isu ketahanan pangan.
Hal tersebut karena proses produksi pangan turut menghasilkan emisi karbon yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.
Dengan demikian, demi bisa mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan tanpa harus merusak lingkungan, diperlukan adanya inovasi dan perubahan fundamental dalam produksi pangan.
Salah satu kemajuan besar dalam teknologi pangan adalah munculnya daging yang dibuat tanpa harus menyembelih hewan, yaitu daging kultur atau cultured meat.
Baca juga: Ilmuwan Jepang Temukan Cara Menghapus Memori Manusia, Menggunakan 'Cahaya Biru'
Cultured meat adalah daging kultur dihasilkan melalui sel yang diambil dari hewan dengan cara yang tidak menyakiti hewan tersebut.
Sel-sel hewan diperbanyak di laboratorium melalui media tumbuh yang mengandung nutrisi.
Mengutip dari Good Food Institute, daging kultur tidak jauh berbeda dengan daging hewan asli.
Daging kultur dihasilkan dengan membudidayakan sel hewan secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Un.org, Gfi.org