Lembah Alas Jiwo (google maps)
INDOZONE.ID - Di Gunung Arjuno, Jawa Timur, terdapat lembah yang bernama Alas Lali Jiwo.Kata 'Alas' sendiri berarti hutan dan 'Lali Jiwo' berarti lupa jiwa atau lupa diri.
Mungkin nama ini terdengar mistis dan menyeramkan apalagi letaknya di gunung. Namun begitu, ternyata penamaan ini tidak semenyeramkan yang dibayangkan.
Pada masa Pemerintah Hindia Belanda daerah Tretes, Prigen, Kawasan Pasuruan dulunya adalah daerah yang banyak di tempati oleh para orang-orang kulit putih.
Suasananya yang memang sejuk dan memiliki view yang indah, dari asal muasal inilah cerita penamaan Alas Lali Jiwo dimulai.
Baca juga: Sejarah Perkembangan Sekolah Dasar hingga Menengah di Indonesia
Alas Lali Jiwo itulah nama sebuah pondokan atau villa di lembah Gunung Arjuno, pondok ini dibangun sekitar tahun 1880 an, oleh orang Scotlandia yang bernama Duncan Clonie Maclennan.
Ia adalah seorang pegawai perusahaan dagang Frases Eaton di Surabaya, sebelum membangun sebuah villa yang diberi nama Alas Lali Jiwo itu, ia juga sudah memiliki villa di Tretes, Pasuruan.
Kemudian ia membeli tanah yang begitu luas di lembah Gunung Arjuno tak hanya mendirikan pondok namun juga sebagai perkebunan untuk komoditi.
Kemudian setelah resign dari Frases Eaton, ia menekuni usaha perkebunan dan tinggal bersama istrinya yang bernama Anna Kovacic. Ia adalah wanita asal austria yang berprofesi sebagai penari.
Baca juga: Takbir dan Swastika: Hubungan Nazi Jerman dan Islam pada Perang Dunia Kedua
Hal ini juga yang membuat Maclennan menyukai daerah pegunungan Arjuno. Ia memiliki hobi berburu.
Ketika berburu sampai ke atas Gunung Arjuno, dalam benaknya terbesit ide untuk membuat sebuah villa atau pondok yang berada pada lembah dengan ketinggian 2.500 mdpl.
Karena jarak Tretes yang sangat jauh dari area buruannya itulah kemudian dibangunlah pondok yang diberi nama Lali Jiwo.
Sebenarnya Maclennan memberi nama dengan bahasa belanda 'Vergeet uw Ziel' atau dalam bahasa Indonesia Lupa Jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Javapost.nl